Operasi Militer Turki Bersihkan Milisi PKK di Wilayah Kurdi
Diyarbakir (Jurnalislam.com) – Pasukan keamanan Turki tetap fokus membersihkan milisi PKK dari daerah perumahan dalam operasi kontra-terorisme di Turki tenggara, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (08/04/2016).
Operasi anti-PKK dimulai setelah kelompok milisi memulai serangan pada bulan Juli tahun lalu di Turki.
Pada tahun 2013, Turki pernah meluncurkan "proses solusi" untuk mengakhiri konflik puluhan tahun dengan PKK, konflik yang telah merenggut nyawa lebih dari 40.000 orang selama lebih dari 30 tahun, namun kembali rusak pada 2015.
Sebelum proses berakhir, PKK menyatakan gencatan senjata dan berjanji untuk meletakkan senjata serta menasihati militan mereka untuk meninggalkan Turki.
Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menganggap PKK mengeksploitasi proses solusi untuk mengumpulkan lebih banyak senjata dan amunisi, dan mendistribusikan ke kota-kota.
PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris komunis Internasional- melanjutkan operasi bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki bulan Juli 2015.
Sejak itu, lebih dari 350 personil Turki telah tewas dan ribuan milisi PKK tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.
Terlepas dari pembersihan PPK dari daerah pemukiman kurdi, Angkatan Bersenjata Turki dan operasi pasukan polisi khusus anti-teror berhasil melepaskan barikade, menutup parit, dan menghancurkan bahan peledak. Baru-baru ini, operasi tersebut berhasil diselesaikan di kabupaten Sur dan Silvan Diyarbakir serta di kabupaten Cizre, Silopi dan Idil Sirnak.
Operasi terus berlanjut di distrik pusat Sirnak, yaitu di kabupaten Nusaybin di Hakkari dan Yuksekova di Mardin, di mana jam malam telah diberlakukan.
Sejauh ini, 476 milisi telah tewas di Sirnak, Nusaybin dan Yuksekova.
Pasukan keamanan Turki telah membersihkan 473 barikade dan selokan, dan menghancurkan 1.015 perangkap berisi bahan peledak di rumah, pekarangan dan jalan-jalan di tiga kecamatan.
Selama operasi anti-teror di provinsi Sirnak, yang dimulai pada tanggal 14 Maret, 156 teroris komunis tewas, 89 barikade dihapus, 12 parit ditutup dan 398 perangkap dengan bahan peledak hancur.
Pasukan keamanan Turki telah melumpuhkan 185 milisi di Sirnak sejak jam malam terakhir dinyatakan pada 14 Maret. Sebanyak 20 ton bahan peledak hancur selama operasi. Sekitar 130 barikade juga robohkan dan 420 alat peledak improvisasi hancur.
Pasukan keamanan telah mengevakuasi 900 keluarga dari rumah mereka dengan alasan masalah keamanan.
Sumber-sumber keamanan mengatakan 150 barikade dan 400 perangkap berisi bahan peledak belum dihancurkan di Sirnak.
Di Yuksekova, 135 milisi PKK tewas, 149 barikade dihancurkan, 94 parit ditutup dan 197 alat peledak improvisasi hancur sejak operasi dimulai 13 Maret.
Sekitar 200.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Sirnak, Nusaybin dan Yuksekova karena situasi keamanan, banyak dari mereka pindah ke rumah kerabat mereka di Mardin, Batman, Midyat, Van, Istanbul, Izmir, Mersin dan Adana.
Pasukan keamanan Turki telah berhasil menyelesaikan operasi anti-teror di lima kabupaten, menetralkan 1.220 teroris komunis PKK, termasuk 274 di Sur dan 15 di kabupaten Silvan provinsi Diyarbakir, 145 di Silopi, 666 di Cizre dan 120 di kabupaten Idil provinsi Sirnak. Mereka juga telah membersihkan 2287 barikade dan parit di lima kabupaten tersebut, dan menghancurkan 3.105 perangkap berisi bahan peledak.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



