Putaran Baru Pembicaraan Damai Suriah di Jenewa Kembali Dimulai
JENEWA (Jurnalislam.com) – Sebuah babak baru pembicaraan damai untuk menyelesaikan konflik Suriah mulai berlangsung di Jenewa Rabu, dengan utusan PBB masih tidak dapat memberikan tanggal untuk pertemuan tatap muka antara delegasi oposisi moderat dan rezim Assad yang berperang, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (13/04 2016).
Pembicaraan dimulai dengan pertemuan antara Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura dan delegasi oposisi Suriah; delegasi rezim Bashar al-Assad belum tiba di Jenewa.
Setelah pertemuan, de Mistura mengatakan ia mengangkat kekhawatiran tentang memburuknya situasi keamanan di Suriah. Namun dia terdengar dengan nada penuh harapan, menunjukkan bahwa "… terlepas dari beberapa insiden serius, penghentian permusuhan masih berjalan."
Tentang kemungkinan pembicaraan langsung antara rezim Suriah dan oposisi, utusan itu berkata: "Saya tidak bisa menentukan tanggal, saya hanya akan memberitahu Anda satu hal: Saat ini saya melihat kemungkinan ini akan terjadi, saya akan segera melakukannya."
Sementara itu, Asaad al-Zoubi, ketua perunding oposisi moderat utama Dewan Negosiasi Tinggi Suriah ini, menyalahkan rezim Assad karena mencoba merusak gencatan senjata melalui serangan yang berulang-ulang dan disengaja.
"Assad dan para pendukungnya siap untuk menghancurkan Suriah bahkan seluruh wilayah," kata al-Zoubi. Ada lebih dari 2.000 pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Suriah, sementara itu 420 bom barel dijatuhkan pada bulan Maret saja, katanya.
Dia juga menyalahkan Rusia atas kekacauan. "Moskow tidak serius [menyiapkan] badan transisi [di Suriah]," katanya, menambahkan klaim bahwa hasil kunjungan de Mistura ke Teheran dan Damaskus tidak pernah "sangat positif."
Delegasi rezim Suriah diharapkan bergabung dengan perundingan Suriah pada hari Jumat setelah rezim Assad diminta melanjutkan pembicaraan seusai pemilihan parlemen di Suriah Rabu.
Pada bulan Maret, di akhir putaran terakhir pembicaraan, de Mistura menyerahkan dokumen ke rezim Suriah dan oposisi di Jenewa, menguraikan prinsip-prinsip dasar solusi politik untuk krisis Suriah. Dia mengatakan bahwa baik delegasi rezim maupun delegasi oposisi menolak dokumen ini.
Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar Assad menumpas aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.
Sejak itu, lebih dari 250.000 orang telah tewas menurut PBB, bahkan sudah 450.000 lebih menurut perhitungan LSM lokal dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



