16 Pasukan Khusus AS Pelaku Pemboman Rumah Sakit di Kunduz Hanya Dihukum Administrasi
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sekitar 16 personil militer AS, termasuk seorang Jenderal, melanggar kedisiplinan dalam kaitannya dengan pemboman sebuah rumah sakit sipil di Afghanistan tahun lalu yang menewaskan 42 orang, seorang pejabat senior AS mengatakan, lansir Aljazeera, Kamis (28/04/2016)
Tidak ada tuntutan pidana yang diajukan pada para prajurit dan perwira tersebut, mereka hanya menerima hukuman administrasi, kata pejabat itu.
Mereka adalah pasukan operasi khusus yang melakukan serangan brutal terhadap fasilitas Doctors Without Borders di kota utara Kunduz
Meskipun tidak satupun dari mereka yang dihukum dikirim ke pengadilan militer, dalam banyak kasus hukuman non-yudisial, seperti surat teguran atau suspensi, secara efektif dapat mengakhiri karir militer mereka.
Para pejabat tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka, sehingga berbicara dengan syarat anonim, Associated Press melaporkan.
Pentagon diharapkan untuk merilis laporan lengkap tentang penyelidikan pada hari Jumat.
Bulan lalu, lebih dari selusin, sebagian besar personel administrasi militer AS, menjalani hukuman kedisiplinan sehubungan dengan pemboman.
Rumah sakit, yang dijalankan oleh badan amal medis Doctors Without Borders di Kunduz, diserang oleh pesawat tempur AC-130 operasi khusus Angkatan Udara AS, salah satu senjata AS yang paling mematikan.
Doctors Without Borders (MSF) menyebut serangan itu "tak kenal lelah dan brutal."
November lalu, militer AS mengatakan awak AC-130, yang dipersenjatai dengan penembak meriam dan senjata di sisi pesawat, dikirim untuk menyerang sebuah pusat komando Taliban di gedung yang berbeda, 411 meter dari rumah sakit.
Para pejabat mengatakan, serangan brutal itu disebabkan oleh kesalahan manusia (pasukan AS), dan bahwa banyak peluang untuk mencegah insiden tersebut gagal.
Serangan itu terjadi saat penasihat militer AS membantu pasukan Afghanistan merebut kembali Kunduz, yang telah jatuh ke Imarah Islam Afghanistan pada bulan September. Ini adalah kota besar pertama yang jatuh sejak pasukan koalisi AS (NATO) melakukan agresinya di Afghanistan, 2001.
Para pejabat Afghanistan beralasan bahwa rumah sakit telah dikuasai oleh mujahidin Taliban, tetapi tidak ada bukti yang terlihat. Rumah sakit itu hancur dan MSF menghentikan operasinya di Kunduz.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



