Jenderal AS: Al Qaeda Tingkatkan Kemampuan Militer Taliban Afghanistan
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Al-Qaeda meningkatkan hubungan dengan Imarah Islam (Taliban) di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir seorang jenderal AS mengatakan pada hari Kamis (05/05/2016), lansir Anadolu Agency.
Hubungan kuat tersebut bisa meningkatkan perjuangan Taliban mengalahkan pemerintah Afghanistan
"Kita berpikir bahwa ketika al-Qaeda mulai bekerja sama lebih jauh dengan Taliban, mereka dapat meningkatkan akselerasi untuk Taliban. Mereka dapat memberikan kemampuan dan keterampilan militer serta hal sejenis lainnya," kata Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara misi Resolute Support pimpinan-NATO.
Komentar Cleveland muncul dalam konferensi video dari Kabul dengan wartawan Pentagon di Washington DC.
Memperhatikan kesetiaan Amir al-Qaeda, Syeikh Ayman al-Zawahiri untuk pemimpin baru Taliban, Syeikh Mullah Akhtar Mansoor, musim gugur yang lalu, juru bicara misi Resolute Support mengatakan interaksi antara dua kelompok jihad tersebut telah meningkat.
"Meskipun mereka telah berkurang secara signifikan, mereka memiliki kemampuan sangat cepat untuk regenerasi, dan mereka masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan ancaman," katanya.
Menurut Jenderal Cleveland, IS (Islamic State) diyakini masih memiliki 1.000 lebih pasukan sementara Taliban memiliki 30.000 lebih pasukan di negara yang dilanda perang tersebut.
Koalisi AS-NATO memiliki sekitar 13.000 tentara internasional, termasuk 9.800 orang Amerika, di Afghanistan.
Menurut Pentagon, AS memiliki dua misi utama, termasuk pelatihan dan membantu pasukan Afghanistan saat mereka mengatasi Taliban dan, misi kontraterorisme unilateral.
Cleveland mengatakan sekitar 3.000 tentara AS terlibat dalam operasi militer melawan Taliban, al-Qaeda dan IS.
Sejak awal tahun ini, AS telah melakukan lebih dari 100 serangan udara, 19 di antaranya pada bulan April.
Meskipun invasi AS telah berlangsung satu dekade setelah serangan 9/11, para pejabat pertahanan AS baru-baru ini mengakui dalam Kongres bahwa situasi keamanan di Afghanistan tetap mengerikan bagi AS-NATO.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam


