Opini

Prestasi Gemilang Imarah Islam Afghanistan di tahun 2015

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Di era Jihad dimana seluruh negri kita tercinta melawan penjajah asing dan sekutunya, tentu 2015 adalah tahun yang paling sukses dalam empat belas tahun terakhir pendudukan tentara multinasional. Musuh, baik internal maupun eksternal, mengakui kekalahan mereka, serta kerugian dan korban jiwa yang mereka derita, lansir Al Emarah News pada hari Ahad, (03/01/2016). 

Selanjutnya seluruh dunia menyaksikan peningkatan kekuatan Imarah Islam Afghanistan (Taliban). Selama seluruh rentang tahun ini, ratusan serangan besar dan kecil melawan penjajah asing dan pasukan antek internal mereka dilakukan di berbagai wilayah negri  termasuk di ibu kota Kabul yang menghasilkan prestasi besar bagi Mujahidin dan kerusakan kolosal bagi musuh melalui beberapa serangan 2015 yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah langkah yang luar biasa pada tahun 2015, Taliban berhasil membangun regu militer yang terorganisir dan dilengkapi dengan baik di berbagai provinsi di Afghanistan sehingga membantu mengubah keseimbangan perang menjadi menguntungkan bagi Taliban, menguasai area yang luas di seluruh negeri dan menyingkirkan beberapa tantangan yang sebelumnya dihadapi oleh Imarah Islam.

Pada hari Rabu 18 Maret, kepala polisi brutal provinsi Uruzgan yang terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan ratusan warga sipil tak berdosa tewas dalam serangan syahid di dalam kota Kabul. Hanya satu minggu kemudian pada hari Rabu 25 Maret, kepala polisi lain dari provinsi Uruzgan bernama Gulab Khan, juga tewas bersama dengan seorang pengawal di kota Tarin Kot, ibukota provinsi ini.

Pada hari Kamis tanggal 9 April pengadilan banding dan kantor pengacara di provinsi Balkh diserang oleh empat Mujahidin pencari syahid. Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana ratusan pejabat antek penjajah dan pasukan Afghanistan serta tentara bayaran tewas dan terluka meskipun pemerintah Kabul  hanya menegaskan kematian delapan belas orang dan luka-luka lebih dari empat puluh.

Pada hari Senin 22 Juni, bangunan utama parlemen diserang oleh tujuh pencari syahid. Serangan itu dimulai dengan ledakan besar di mana sebagian bangunan dihancurkan dan puluhan tentara tewas. Selanjutnya Mujahidin menyerang tempat bangunan dan tentara sekitarnya, menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa pada mereka.

Pada hari Kamis 7 Agustus, ratusan pasukan antek lokal, tentara penjajah asing dan kontraktor asing tewas dan terluka dalam serangan syahid yang sukses dan simultan di markas NATO dan akademi polisi milik rezim boneka di jantung ibu kota Kabul.

Pada hari Senin 28 September, Mujahidin Imarah Islam berhasil berhasil menguasai ibukota provinsi Kunduz, salah satu pusat komersial Afghanistan yang paling signifikan dan strategis. Mereka masuk ke penjara pusat kota ini dan membebaskan hampir empat ratus tahanan. Ratusan kendaraan militer, kendaraan lapis baja, serta sejumlah besar senjata ringan dan berat juga amunisi disita dalam kontrol sekitar dua pekan di kota tersebut.

Karena penjajah AS dan sekutunya yang kejam terlibat langsung dalam pertempuran dan tanpa pandang bulu membom rumah-rumah dan penduduk sipil, Mujahidin memutuskan untuk menarik diri dari kota. Selain provinsi Kunduz hampir dua belas provinsi lain berada di ambang kehancuran karena serangan tanpa henti dari Mujahidin pada tahun 2015.

Pada hari Ahad 13 September, Mujahidin Imarah Islam masuk ke penjara pusat provinsi Ghazni di mana lebih dari empat ratus lima puluh tahanan dibebaskan dan puluhan tentara antek tewas dan luka-luka.

Selama empat belas tahun pendudukan pasukan multinasional asing berada dalam Jihad Suci melawan Taliban, sejumlah pesawat dari berbagai jenis, jet tempur dan helikopter milik musuh asing brutal ditargetkan dan hancur oleh Mujahidin. Tetapi pada hari Senin 12 Oktober untuk pertama kalinya penjajah Amerika mengakui bahwa salah satu jet tempur F-16 mereka yang paling canggih seharga hampir seratus juta dolar berhasil dihantam dan dijatuhkan oleh Mujahidin di distrik Said Karam provinsi Paktia. Kejadian ini memiliki dua fakta utama. Yang pertama, dibutuhkan senjata pertahanan udara canggih dan yang kedua sebelumnya semua insiden dihubungkan dengan kesalahan teknis. Tapi ini adalah pertama kalinya penjajah sendiri yang menegaskan bahwa pesawat tempur mereka terkena tembakan dan dihancurkan oleh Mujahidin.

Pada hari Selasa 24 November, sebuah helikopter Moldavia dihantam dan dipaksa mendarat darurat di distrik Musa Khwaja provinsi Faryab di mana lima tentara tewas dan delapan belas tentara antek tentara bayaran termasuk tiga warga Moldavia ditangkap oleh Mujahidin Imarah Islam dan masih berada dalam tahanan aman mereka.

Pada hari Selasa 8 Desember, sembilan Mujahidin pencari syahid secara kolektif menyerang bandara utama Kandahar. Para mujahidin pemberani ini bertempur selama dua puluh sembilan jam berturut-turut melawan penjajah asing dan pasukan tentara bayaran internal mereka di jantung bandara menimbulkan kerugian finansial berat juga korban jiwa pada pasukan pendudukan asing dan tentara antek internal mereka.

Pada hari Senin 21 Desember, serangan syahid lain sukses dilakukan terhadap pasukan pendudukan Amerika di daerah Bajurian di distrik Bagram provinsi Parwan dimana dua puluh tentara asing tewas dan terluka namun hanya enam kematian yang dikonfirmasi oleh Amerika sendiri. Itu adalah jumlah korban terbesar bagi penyerbu asing Amerika dalam satu insiden pada tahun 2015.

Selain semua kabupaten yang telah berada di bawah kendali Taliban selama beberapa tahun terakhir, lebih dari tiga puluh kabupaten tambahan benar-benar dikuasai dan dibebaskan dari musuh selama rentang tahun 2015. Sekitar puluhan kabupaten lain kecuali wilayah pusat mereka juga dikendalikan oleh Mujahidin Imarah Islam.

Fenomena lain yang penting selama rentang 2015 adalah muncul dan jatuhnya Daesh (yaitu Islamic State/IS). Kelompok ini memulai aktivitas mereka sejak akhir 2014 di beberapa daerah Afghanistan dan beberapa media regional sebagian besar menyebarkan peningkatan pengaruh IS. Dan pada Januari 2015, Khurasan diumumkan sebagai salah satu provinsi IS dan seorang Amir (kepala) juga telah ditunjuk. Barat dan beberapa media lain serta badan-badan keamanan ingin melemahkan kekuatan Taliban melawan penjajah asing dengan bantuan Daesh sehingga mereka memfasilitasi pertempuran internal dan sektarian tak berujung di negara yang sudah dilanda perang tersebut. Ini adalah ide utama bahwa Daesh mengumumkan perang terlarang mereka melawan Mujahidin Imarah Islam tanpa alasan.

Pada bulan Juni 2015, Imarah Islam menerbitkan dan mengirimkan surat terbuka kepada pimpinan Daesh untuk membuat mereka menyadari realitas di Afghanistan tetapi satu minggu kemudian Adnani, seorang juru bicara IS membalas menggunakan bahasa yang sangat kasar terhadap surat realistis Imarah Islam.

Penyerbu asing serta rezim antek di Kabul menyediakan semua dukungan militer untuk Daesh yang digunakan di provinsi Farah, Helmand, Zabul dan Nangarhar melawan Mujahidin Imarah Islam serta warga sipil biasa dan tidak bersalah dan mengakibatkan beberapa kekejaman Daesh yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Karena kewajiban agama dan kemaslahatan umat, Mujahidin Imarah Islam akhirnya melakukan aksi militer terhadap berbagai konspirasi Barat anti-Islam dan berhasil mengeliminasi kekuatan mereka dari semua bagian wilayah negri. Kegiatan sporadis mereka hanya dapat ditemukan di provinsi Nangarhar timur, mereka hanya ditemukan di sana tetapi mereka juga akan dibersihkan dari daerah itu segera oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan, In syaa Allah!!!

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button