Nasional

Jurnalis Muslim adalah Da’i

CISARUA (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Syuro Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Toni Syarqi mengatakan, profesi jurnalis muslim merupakan profesi yang langka, karena itu harus dimaksimalkan dengan baik. Menurutnya, profesi jurnalis muslim sama seperti da’i, yaitu menyampaikan kebenaran, tidak bohong dan berpihak kepada Islam.

“Jurnalis merupakan profesi yang langka, apalagi jurnalis muslim, itu merupakan suatu hal yang harus disyukuri. Seorang da’i juga seorang jurnalis karena dapat membela kepentingan Islam, menyerukan manusia kepada Allah,” katanya dalam pemaparan materi dauroh penerimaan JITU di Cisarua, Bogor, Ahad (29/5/2016).

Oleh sebab itu, lanjutnya, jurnalis muslim harus mempunyai sifat jujur, bertanggung jawab terhadap setiap tulisan yang dibuat serta melek realita.

Pemimpin Redaksi Kiblat.net itu menilai, seorang jurnalis muslim seharusnya lebih percaya diri dalam berprofesi, karena mempunyai Allah dalam bersandar. “Jurnalis muslim mempunyai perbedaan dengan Jurnalis sekuler, kenapa kita berani melawan media sekuler? karena kita mempunyai Allah,” tegasnya.

Perang pena, dinilainya sangat penting di zaman sekarang dan jurnalis muslim telah diberi kesempatan dan kepercayaan oleh Allah untuk mengambil peran tersebut.

“Ada sebuah perang tersembunyi, perang pena, perang opini, ini adalah tugas kita sebagai special force yang bisa mengambil ini. Allah telah memberikan kesempatan menjadi special force, untuk berperang melawan ratusan juta opini dan serangan kepada Islam,” pungkasnya.

Reporter: M Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button