50.000 Warga Sipil Terperangkap dalam Pertempuran Is dan Irak di Fallujah
IRAK (Jurnalislam.com) – PBB dan organisasi kemanusiaan prihatin atas nasib sekitar 50.000 warga sipil yang terperangkap di Fallujah, kota yang terletak di barat Baghdad dan merupakan wilayah serangan militer Irak, Aljazeera melaporkan, Rabu (25/05/2016).
Dewan Pengungsi Norwegia Becky Bakr Abdulla teringat akan kisah yang diceritakan kepadanya oleh keluarga yang berhasil melarikan diri dari Fallujah, di mana tentara Irak telah menyerang kawasan yang dikendalikan oleh kelompok IS (Islamic State) tersebut sejak Senin (23/05/2016).
"Orang-orang pada dasarnya bertahan dengan kurma kering dan air dari sungai," kata Abdulla. "Satu-satunya barang yang berhasil diambil keluarga-keluarga ini adalah pakaian yang mereka kenakan dan identitas mereka."
Abdulla menjelaskan bahwa beberapa keluarga yang melarikan diri dari kota di provinsi Anbar harus melintas sekitar 30 km dengan berjalan kaki dan melewati berbagai pos pemeriksaan untuk mencapai keselamatan.
Meskipun serangan itu diluncurkan pada hari Senin, pasukan pemerintah Irak telah mengepung kota dan pinggiran kota selama beberapa bulan hingga sekarang, mengakibatkan kekurangan makanan dan obat-obatan.
Setidaknya 15 warga sipil telah tewas sejauh ini selama serangan itu, beberapa sumber melaporkan.
Setidaknya 35 tentara dan sekutu juga telah dilaporkan tewas. Lebih dari selusin kelompok bersenjata Syiah mengambil bagian di bawah payung Angkatan Mobilisasi Popular.
Pada hari Selasa penduduk setempat melaporkan penembakan sporadis di sekitar pusat kota, tetapi mengatakan bahwa penembakan itu kurang intens dari pada hari sebelumnya.
Militer Irak mengatakan bahwa semalam mereka telah memukul mundur pasukan IS dari al-Karma, sebuah desa di sebelah timur kota.
Pemerintah Irak mengatakan mereka membuka koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk melarikan diri dari serangan menuju barat, barat daya dan tenggara Fallujah.
Dari sana, penduduk setempat dikirim ke kamp-kamp sementara.
Tapi mereka yang dievakuasi diminta untuk melakukan perjalanan di sepanjang jalan utama, yang penuh dengan jebakan bahan peledak improvisasi dan penuh pasukan IS.
Fallujah menjadi kota Irak pertama yang dikuasai IS pada Januari 2014, enam bulan sebelum kelompok menyatakan kekhalifahan versinya.
Kota di Sungai Efrat tersebut memiliki populasi sekitar 300.000 sebelum perang. Kota yang dikenal sebagai Kota Menara (the City of Minarets) dan Ibu Masjid (the Mother of Mosques) itu pernah rusak parah dalam dua serangan brutal oleh tentara AS terhadap mujahidin al-Qaeda pada tahun 2004.
Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam


