Pasukan Irak Mulai Memasuki Fallujah

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak melancarkan serangan di salah satu kubu kelompok Islamic State (IS) pada hari Senin pagi di Fallujah, dan menghadapi perlawanan sengit dari IS yang melakukan serangan bom, Aljazeera melaporkan, Senin (30/05/2016).
“Pasukan Irak memasuki Fallujah dengan dukungan pesawat dari koalisi internasional, angkatan udara dan penerbang angkatan darat Irak, serta didukung oleh artileri dan tank,” kata Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi.
“CTS (Counter Terrorism Service), polisi Anbar dan tentara Irak, pada sekitar pukul 4:00 (01:00 GMT), mulai bergerak ke Fallujah dari tiga arah,” katanya.
“Ada perlawanan dari Daesh,” tambahnya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.
Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari Erbil, mengutip sumber militer mengatakan bahwa sedikitnya 10 pasukan keamanan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas dalam serangan dini hari tersebut, sementara 25 lainnya luka-luka. Juga pada hari Senin di Ramadi, yang terletak kurang dari 100 km dari Fallujah, polisi Irak mengatakan sedikitnya 15 tentara pasukan khusus tewas dalam serangan IS.
Sementara itu, sedikitnya sembilan orang tewas dan 26 luka-luka dalam pemboman di utara dan timur laut ibukota, Baghdad.
Pertempuran hari Senin tersebut mengikuti pertempuran sehari sebelumnya, menambah eksodus ribuan warga sipil yang putus asa dari daerah di sekitarnya dan meningkatkan keprihatinan yang mendalam terhadap banyak warga yang terjebak di medan perang.
Operasi untuk merebut Fallujah yang telah berlangsung berminggu-minggu sejauh ini terfokus pada upaya merebut kembali desa-desa di dekat pusat kota, yang terletak hanya 50 km di barat Baghdad.
Keterlibatan CTS akan menandai awal dari fase tempur perkotaan di kota Sunni di mana pasukan AS pada tahun 2004 menghadapi beberapa pertempuran terberat sejak Perang Vietnam.
Hanya beberapa ratus keluarga yang telah berhasil menyelinap keluar dari daerah Fallujah, dengan perkiraan 50.000 orang masih terperangkap di dalam kota.

Menurut Dewan Pengungsi Norwegia (the Norwegian Refugee Council-NRC), sekitar 3.000 orang telah berhasil melarikan diri dari daerah Fallujah sejak 21 Mei.
Arus yang lebih besar dapat dipicu ketika pertempuran perkotaan antara CTS dan IS dimulai dengan sungguh-sungguh.
“Sumber kami di kamp-kamp sekarang sangat tegang, dan dengan lebih banyak yang berharap untuk melarikan diri, kami mungkin tidak dapat untuk menyediakan air minum yang cukup untuk semua orang,” kata Nasr Muflahi, direktur NRC Irak.
“Kami mengharapkan gelombang besar pengungsian saat pertempuran bertambah sengit.”
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



