Warga Laweyan Kembali Berunjuk Rasa Tolak SSA Jalan Dr Rajiman

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Warga Laweyan, Solo kembali berunjuk rasa menolak kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Dr. Rajiman, Senin (30/5/2016) malam. Meski diguyur hujan, mereka tetap melakukan sholat dan do’a bersama sembari menghadang Jalan Dr. Rajiman.
Massa yang berjumlah sekitar 300 orang tersebut datang dan langsung menggelar tikar di tengah jalan untuk segera mendirikan sholat hajat dan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ali, pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam, Solo.
Ustadz Ali mengatakan, aksi yang ketiga kalinya itu dilakukan karena pihak Pemkot Solo belum memenuhi tuntutan warga Laweyan. Dirinya tidak bisa berbuat banyak selain berdo’a yang menjadi kekuatan dan senjata umat Islam.
“Bapak Ibu sekalian, aksi kita membuat perbaikan, mari kita do’a secara ikhlas, kita tunjukkan bahwa kita muslim umat yang santun dan umat yang baik berakhlaq mulia, takbir! Allahu akhbar!” serunya.
Ustadz Ali pun berdoa meminta kepada Allah SWT untuk mengabulkan tuntutan warga Laweyan yang didzalimi. “Ya Allah engkau yang maha kuasa, angkatlah orang yang berbuat dholim atas kekuasaannya ya Allah! Ya Allah engkau maha mulia, muliakanlah orang yang di dholimi ya Allah” pintanya.
Unjuk rasa warga Laweyan yang dipelopori pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam itu pertama kali dilakukan pada hari Kamis (19/5/2016). Mereka menolak pemberlakuan SSA di Jalan Dr Rajiman karena dinilai merugikan warga Laweyan.
Menurut temuan Endro Sudarsono, anggota Tim Pencari Fakta Independen bahwa di jalan Rajiman dalam 30 hari telah terjadi 12 kecelakaan.
“Kepadatan lalulintas di gang kecil justru sekarang jadi ramai, pedagang pasar Kabangan terancam bankrut karena omset penjualan menurun drastis. Keamanan dan keselamatan warga Laweyan semakin terancam,” ujar Endro kepada Jurnalislam, Senin (30/5/2016).
Turut menghadiri ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI) Solo, Komunitas Nahi Munkar (KONAS), SAR Jaba Rescue Solo, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendukung aksi warga Laweyan.
Reporter: EDY | Editor: Ally Muhammad Abduh



