Pertempuran Berat Kembali Meletus di Yaman, 38 Tewas
YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran baru antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran menewaskan sedikitnya 38 orang di Yaman selama 24 jam terakhir, sumber militer loyalis mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016), lansir World Bulletin.
Pertempuran terbaru terjadi meskipun gencatan senjata yang berkelanjutan dan pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Kuwait dimulai pada bulan April masih berlangsung.
Pertempuran berkecamuk di Bayhan, di perbatasan antara provinsi Shabwa di bagian selatan dan Marib di timur.
Ada juga pertempuran di Sarwah, daerah kaya minyak di barat Marib, kata sumber-sumber.
Sedikitnya 23 pemberontak Syiah Houthi dan 15 tentara Yaman tewas di kedua daerah, kata sumber yang sama.
Bayhan adalah satu-satunya bagian dari provinsi Shabwa yang masih dikuasai oleh pemberontak yang didukung Syiah Iran, yang pada Selasa merebut kembali posisi yang disita oleh loyalis selama dua hari terakhir, kata sumber-sumber militer.
Pertempuran sengit di Bayhan pada hari Ahad (29/05/2016) merenggut nyawa 48 orang, seorang perwira senior militer mengatakan.
Sementara itu, pengawas hak media Reporters Without Borders (RSF) mengatakan bahwa “tembakan sniper” dari milisi Syiah Houthi membunuh wartawan Yaman Abdullah Azizan saat ia sedang meliput bentrokan di Bayhan pada hari Ahad.
Azizan bekerja untuk situs berita lokal marebpress.net.
Pasukan yang setia kepada Presiden Abde Rabbo Mansour Hadi yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi memulai operasi militer terhadap pemberontak Syiah yang didukung Iran sejak Maret 2015.
Loyalis, yang didukung oleh pasukan koalisi, telah mengusir pemberontak dari Shabwa dan empat provinsi selatan lainnya musim panas lalu.
Lebih dari 6.400 orang telah tewas di Yaman sejak koalisi memulai operasi melawan pemberontak yang telah menguasai ibukota Sanaa sejak September 2014.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam



