Lebih 10.000 Dokumen Penting IS Ditemukan Pentagon di Manbij

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Arab Kurdi yang didukung militer AS telah menemukan ribuan dokumen, ponsel dan perangkat digital lainnya dari kelompok Islamic State (IS), kata seorang pejabat Pentagon, lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (29/06/2016).
Penemuan tersebut terjadi saat pasukan Arab Kurdi dan Suriah Hones melakukan serangan di kota utara Manbij, sebuah jalur penting antara perbatasan Turki dan Raqa, ibukota de facto IS.
Kolonel Chris Garver, juru bicara serangan yang dipimpin AS, mengatakan bahwa pasukan Arab Suriah sedang mendirikan pijakan di tepi selatan dan barat Manbij, dan telah menutup pintu masuk terowongan yang kompleks menuju kelompok IS.
“Mereka juga menyita lebih dari 10.000 dokumen dari tepi terluar, termasuk buku, poster propaganda, ponsel, laptop, peta dan perangkat penyimpanan digital,” kata Garver kepada wartawan.
“Eksploitasi informasi ini sedang berlangsung untuk lebih memahami jaringan dan teknik IS, termasuk sistem untuk mengelola aliran pasukan asing ke Suriah dan Irak,” tambahnya.
Pejabat Pentagon menyoroti tingginya nilai informasi tersebut, yang mengarah ke target baru dan membantu mereka memahami jaringan IS.
Secara terpisah, di sudut tenggara Suriah, sebuah kelompok oposisi bentukan AS yang disebut Tentara Suriah Baru (the New Syrian Army) pada hari Rabu bertempur untuk menguasai wilayah dekat perbatasan al-Bukamal dengan Irak.
Tujuan mereka adalah untuk memotong jalur pasokan pasukan IS di lembah Efrat antara Suriah dan Irak.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan mereka telah merebut pangkalan udara kecil Al-Hamdan di dekatnya, tetapi IS merebut kembali Rabu sore dan mereka terpaksa mundur.
Garver tidak memberikan rincian tambahan mengenai pertempuran yang sedang berlangsung tetapi menekankan nilai perbatasan itu.
“Pertempuran itu penting karena akan membantu memperlambat aliran pejuang asing … dari Irak ke Suriah dan sebaliknya,” katanya.
Pentagon mengklaim jumlah pejuang asing yang masuk ke Irak dan Suriah telah turun dari sekitar 2.000 perbulan tahun lalu menjadi hanya 200 per bulan tahun ini.
“Kami tidak melihat pergerakan dalam jumlah besar. Ukuran pergerakan ini tentu telah dipangkas jauh,” kata Garver.
IS merebut penyeberangan al-Bukamal pada pertengahan 2014, ketika menguasai beberapa petak wilayah di kedua sisi perbatasan dan menyatakan kekhalifahan sendiri.
Garver mengatakan perhatian di Irak sekarang bergeser dari Fallujah, yang direbut pasukan Irak pekan lalu dari IS, ke benteng utama IS, Mosul.
Serangan udara koalisi menghancurkan gudang minyak IS di Mosul dan terus menyerang beberapa target di kota itu, kata Garver.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam


