London Gelar Pameran Sejarah Muslim Eropa Pertama

LONDON (Jurnalislam.com) – Untuk pertama kalinya, sebuah pameran yang mengeksplorasi jejak Muslim di Eropa akan dibuka pada hari Senin, 11 Juli, di London dan berlangsung hingga 17 Juli, World Bulletin melaporkan Sabtu (09/07/2016).
Bertepatan dengan tahun ke-21 pembantaian Srebrenica yang merupakan kekejaman terburuk sejak Perang Dunia Kedua, peluncuran pameran baru bernama Don’t Forget About Us; a Journey Through Europe’s Muslim Heritage (Jangan Lupakan Tentang Kami; sebuah Perjalanan Melalui Warisan Muslim Eropa) akan berlangsung di Maryam Centre dan diselenggarakan oleh Tharik Hussain dengan segmen khusus mengenai Srebrenica oleh fotografer Bosnia, Jasmin Agovic.
Tharik Hussain, pemenang penghargaan penyiar, fotografer dan penulis perjalanan, telah melacak warisan Muslim di Eropa selama dua dekade terakhir.
“Eropa memiliki sejarah Islam hampir 1.400 tahun, namun warisan budayanya terutama dianggap sebagai Yahudi-Kristen. Kami berharap, pameran ini akan mulai menantang kebijaksanaan yang telah diterima, bukan dalam upaya untuk menyatakan semacam kemenangan budaya Muslim atas yang lain, tapi untuk mencari paritas dan mengatakan, Muslim dan budaya mereka bukanlah sesuatu yang baru bagi Eropa, Muslim adalah bagian dari Eropa seperti orang lain,” jelas Hussain yang juga akan memperkenalkan the European Muslim Heritage Foundation (EMHF) pada acara yang diadakan di London Muslim Centre.
Selain beberapa pembicara, juga akan ada presentasi oleh Mufti Ramadhan Yaqoob, Mufti dari Lithuania. Dia akan menjelaskan kisah komunitas Muslim yang hampir tidak dikenal yang diam-diam telah tinggal di kawasan Baltik selama 618 tahun. Mufti Yaqoob juga akan memamerkan artefak dari masyarakatnya sendiri tersebut.
“Ini adalah pameran yang sangat penting, pada waktu yang sangat penting bagi umat Islam di Eropa, karena mengatakan kami bukan baru, kita tidak berbeda, kami juga Eropa dan selalu Eropa dan telah menjadi Eropa.”
“Nenek moyang saya adalah Lithuania selama tujuh abad, bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa saya bukan Eropa? Saya Eropa seperti halnya warga Lithuania lainnya. Melalui pameran dan yayasan ini, kami berharap untuk menormalkan pemahaman masyarakat,” jelas Mufti yang juga menjadi orang pertama yang menerjemahkan Al-Qur’an dari bahasa Arab ke Lithuania.
Karya fotografer Bosnia, Jasmin Agovic, juga akan dipajang. Agovic telah mengumpulkan koleksi foto yang mengingatkan kengerian Bosnia Srebrenica Massacre (pembunuhan massal Bosnia Srebrenica). Foto-fotonya diambil saat menghabiskan waktu di Komisi Internasional tentang orang Hilang (the International Commission on Missing) selagi mendokumentasikan dan mengidentifikasi sisa-sisa ribuan korban yang dimakamkan di kuburan massal.
Pameran ini gratis dan Anda dapat memesan tiket Anda di sini.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam


