Internasional

Al Qaeda Kuasai pantai Hadramaut, Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Al Qaeda telah memperluas kekuasaannya di banyak wilayah bagian tenggara Yaman, yang telah lama dilanda perperangan. Negara ini "terbakar," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon saat menyerukan diakhirinya pertempuran.

AQAP cabang Al-Qaeda Yaman yang kuat di wilayah tersebut mengambil kendali atas bandara provinsi, terminal minyak, dan sebuah pangkalan militer besar pada hari Kamis (16/04/2015). Perwakilan Al-Qaeda Yaman juga membuat aliansi dengan para pemimpin suku Sunni setempat untuk mengelola wilayah tersebut.

"Unit militer yang bertanggung jawab atas keamanan di fasilitas-fasilitas tersebut menarik diri tanpa menolak," kata seorang pejabat bandara.

Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) saat ini menguasai hampir semua kota pelabuhan Mukalla, yang merupakan ibukota provinsi tenggara Hadramaut dan rumah bagi sekitar 200.000 orang.

Seorang aktivis dari kota, Nasser Baqazouz, memberitahukan  kemajuan mujahidin AQAP.

"Mereka terus mengkonsolidasikan kekuasaan mereka atas kota ini dan akan melumpuhkan seluruh pantai Hadramawt," katanya.

Mujahidin  AQAP dilaporkan telah merubah sebuah pusat kebudayaan di Mukalla menjadi pengadilan agama Islam dan menempatkan pasukan untuk menjaga hukum dan ketertiban.

Keberhasilan Al Qaeda menonjol di tengah meningkatnya kekacauan Yaman, sejak pemberontak Syiah Houthi memaksa Presiden Yaman yang diakui internasional, Abed Rabbo Mansour Hadi, ke luar negeri. Hadi saat ini berada di Arab Saudi, yang memimpin koalisi melakukan serangan udara terhadap pemberontak.

Seorang juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, Ahmed Asiri, mengatakan bahwa pemboman yang dimulai pada akhir Maret, ditujukan terhadap para pemberontak Syiah Houthi – bukan ke arah pejuang Al Qaeda.

"Tujuan dari [operasi] kami telah jelas, yaitu untuk mendukung legitimasi Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi, mendukung upaya untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas dan mencegah pemberontak Syiah Houthi semakin merugikan Yaman dan negara-negara tetangga," kata Asiri kepada wartawan di Riyadh.
 

Deddy | Reuters | AFP | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button