Opini

Alasan Imarah Islam Afghanistan Peringati Abu Bakr al Baghdadi, Ini Ulasannya

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan yang dikenal juga sebagai Taliban Afghanistan pada hari Selasa (16/06/2015) mengeluarkan pernyataan Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour, yang merupakan "wakil pemimpin Imarah Islam Afghanistan dan bertindak sebagai kepala Dewan Pimpinan,"  memperingati  Abu Bakr al Baghdadi, Amir Islamic State (IS), dan menuntut IS agar berjuang di bawah bendera Taliban di Afghanistan dan mengakhiri  tindakan memecah belah antara faksi jihad di seluruh dunia.

Dalam proses ini, Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour memuji al Qaeda sebagai bagian integral dari jihad global.

Pernyataan yang berjudul "Surat Dewan Pimpinan Imarah Islam untuk Abu Bakr al Baghdadi," dirilis hari ini di Pashtu pada Voice of Jihad, situs resmi Imarah Islam Afghanistan,Taliban.

Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour, adalah mantan Menteri Penerbangan Sipil dan Transportasi selama pemerintahan Taliban tahun 1996-2001 dan mantan gubernur bayangan provinsi Kandahar.  Wilayah Khorasan meliputi Afghanistan, Pakistan dan sebagian dari daerah di sekitar kedua negara tersebut.

Taliban kemungkinan merilis pernyataan Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour untuk menanggapi ancaman IS baru-baru ini melawan Taliban, serta serangan IS pada Taliban di provinsi Nangarhar dan di tempat lain. Pada bulan Januari 2015, ketika Abu Muhammad al Adnani, juru bicara IS, mengumumkan ekspansi kelompok ke Khorasan, ia mengeluarkan ancaman terhadap Imarah Islam Afghanistan. Dalam video yang dirilis oleh IS awal bulan ini, seorang pejuang IS mengancam Taliban setelah konflik meningkat antara Taliban dan IS di provinsi Nangarhar tahun ini.

Pernyataan Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour tersebut mengikuti Gerakan Taliban di Pakistan yang menolak  "pengakuan IS secara sepihak sebagai khalifah"  dan hanya mengakui pemimpin Taliban Syeikh  Mullah Muhammad Umar sebagai pemimpin mereka.

Sambil berargumen bahwa Imarah Islam Afghanistan adalah satu-satunya faksi  jihad yang sah di Afghanistan, Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour mencatat bahwa pemimpin tertinggi Al Qaeda dan jihad selama beberapa dekade terakhir telah mendasarkan kegiatan mereka di Afghanistan.

"Para pahlawan jihad masa kini – pemimpin doa mujahidin, Syeikh  Dr. Abdullah Azzam; pemimpin mujahidin, Syeikh Usamah bin Ladin; pembasmi tentara salib, Syeikh Abu Musab al Zarqawi; dan pembasmi para ateis, Khattab – memiliki hak istimewa untuk menjadi mahasiswa seminari jihad di Afghanistan".

Syeikh  Dr. Abdullah Azzam, seorang ideolog jihad berpengaruh yang dianggap sebagai ayah dari jihad global, mendirikan Al Qaeda bersama Syeikh Usamah bin Laden, dan juga mendirikan Lashkar-e-Taiba; Syeikh  Dr. Abdullah Azzam adalah mentor dari Syeikh Usamah bin Laden, sampai ia gugur pada tahun 1989.

Adapun Abu Mush'ab az Zarqawi mengikuti  sebuah kamp pelatihan untuk jihad di Afghanistan dan merupakan pendiri serta pemimpin Al Qaeda di Irak, pendahulu dari IS, sampai ia gugur pada tahun 2006. "Khattab" adalah Ibn Khattab, pemimpin Al Qaeda dari Batalyon Islam Internasional di Chechnya sebelum ia Syahid pada tahun 2002.

Selain itu, Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour mengutip seorang ulama Saudi yang mendukung al Qaeda dan mendukung Syeikh Usamah bin Laden Islam Afghanistan ketika menyatakan bahwa ulama Afghanistan berjanji setia kepada Syeikh Mullah Umar dan dewan kepemimpinannya. Bahkan, Syeikh Usamah bin Laden dan penggantinya, Syeikh Ayman al Zawahiri, telah bersumpah setia kepada Syeikh Mullah Umar.

"1.500 Ulama Negara itu dewan ulama di Afghanistan telah memilih, dan berjanji setia kepada, kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan sesuai dengan syariah, dan ulama terkenal dunia seperti Sheikh Hamud bin Uqla al Shuaybi  seorang ulama Saudi yang mendukung al-Qaeda dan Taliban, bin Laden, serta serangan 9/11, semoga Allah merahmatinya, dan pemimpin jihad terkenal seperti Syeikh Osama bin Laden, semoga Allah merahmatinya, telah mengumumkan dukungan mereka dan setia kepada hukum Imarah," kata Syeikh Mansour.

Argumen Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour mengenai persatuan jihad di Afghanistan adalah sederhana: ia menyatakan bahwa "perpecahan dan perbedaan di antara jajaran jihad" setelah penarikan pasukan Soviet pada tahun 1989 menyebabkan masalah besar yang hanya bisa diselesaikan jika "Imarah Islam Afghanistan" mampu menyatukan kembali Afghanistan dan mendirikan negara Islam.

Dia berpendapat bahwa Al-Quran menyerukan persatuan di antara umat Islam dan bahwa Imarah Islam disahkan oleh para pemimpin Muslim Afghanistan serta pendiri Al Qaeda, Syeikh Usamah bin Laden.

"Imarah Islam menekankan kesatuan jajaran jihad di Afghanistan, karena mempertahankan kekuatan jajaran jihad merupakan kewajiban,"  Syeikh Mansour menjelaskan. "

Pada titik lain, Al-Qur'an jelas memerintahkan umat Islam untuk menghindari konflik, perpecahan, dan perbedaan," ia mencatat, mengutip ayat-ayat Alquran untuk mendukung kedua poin tersebut.

"Imarah Islam Afghanistan berfokus pada kesatuan dan kekuatan jajaran jihad melawan konspirasi internasional," mengatakan bahwa AS dan Barat berusaha untuk mencegah pembentukan pemerintahan Islam.

Selain itu, Syeikh Mansour menyatakan bahwa  Syeikh Mullah Umar masih hidup, meskipun terdapat rumor terus-menerus mengenai kematiannya, dan telah memimpin perang melawan Barat sejak AS menggulingkan Imarah Islam Afghanistan pada musim gugur tahun 2001 setelah serangan 9/11.

"Muslim Afghanistan, yang dipimpin oleh Imarah Islam, Amirul Mukminin yang merupakan pemimpin umat beriman, Syeikh Mullah Muhammad Umar (Semoga Allah memperpanjang umurnya), dengan sangat berani melaksanakan jihad melawan agresor barat, melakukan pengorbanan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 13 tahun untuk membebaskan Afghanistan dari agresi penjajah dan untuk menegakkan kekuasaan Islam di negara ini, "katanya.

Syeikh Mansour mengatakan kepada Abu Bakar al  Baghdadi bahwa IS beresiko memecah belah jihad di Afghanistan dengan menciptakan kelompok paralel yang tidak dapat menangani kompleksitas budaya dan dinamika suku di Afghanistan.

"Sesuai dengan ajaran Al-Quran, dan karena pengalaman jihad sebelumnya serta pemahaman yang baik tentang masyarakat dan lingkungan Afghanistan, Imarah Islam berpikir bahwa keragaman di jajaran jihad Afghanistan tidak bermanfaat bagi jihad atau umat Islam di sini," Syeikh  Mansour menyatakan.

"Hal ini karena selalu ada perbedaan internal dan konflik dalam masyarakat Afghanistan, dan kemungkinan perbedaan internal akan dihilangkan jika ada satu kepemimpinan dan peringkat”, tegasnya.

Syeikh Mansour kemudian berpendapat bahwa perintah jihad yang terpadu akan mencegah perpecahan, dan mengatakan Imarah Islam Afghanistan adalah wakil sah dari jihad di Afghanistan.

"Dengan mempertahankan kesatuan dalam jajarannya, Imarah Islam hingga saat ini telah berhasil menggagalkan semua rencana jahat yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan dan perpecahan. Sekarang jika ada upaya untuk membuat kelompok jihad lain atau pimpinan lain, jelas akan membuka jalan bagi perbedaan dan perpecahan. Itulah sebabnya Imarah Islam mengatakan bahwa kegiatan jihad di Afghanistan hanya harus berada di bawah kepemimpinan Imarah."

"Jadi, untuk mencegah bencana perpecahan di Afghanistan, Imarah Islam Afghanistan memutuskan, secara logis dari sudut pandang relijius dan jihad, hanya mengizinkan aktivitas jihad di sini berasal dari jajaran Imarah Islam Afghanistan.

Taliban menganggap pembentukan kelompok lain yang berseberangan dengannya  adalah bertentangan dengan kepentingan jihad, mujahidin dan Islam, " Syeikh Mansour meneruskan.

Syeikh Mansour kemudian memperingatkan IS  untuk tidak memecah belah  faksi jihad di negara-negara Muslim lainnya menjadi dua kubu. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, Syeikh Mansour kemungkinan mengacu antara IS  dengan cabang Al Qaeda di Suriah, Yaman, Libya, Mesir, Mali, dan Aljazair.

"Kelompok dan kepribadian Islam telah memberikan pengorbanan yang berat dalam kondisi yang sangat sulit di berbagai belahan dunia," Syeikh kata Mansour.

"Mereka telah membuat prestasi ini setelah menderita kesulitan besar dan melakukan pengorbanan; Oleh karena itu, kami peringati  anda (Abu Bakr al Baghdadi) untuk tidak menciptakan kondisi yang sulit bagi gerakan-gerakan Islam di setiap bagian dunia, Allah melarang, mempengaruhi operasi dan disiplin yang dapat menyebabkan perbedaan di antara mereka.

Pada akhirnya, karena perbedaan modalitas operasi atau perbedaan pendapat yang anda ciptakan, membuat saling membunuh. "

Walaupun Syeikh Mansour berbicara dengan nada hormat, di beberapa titik dia mengeluarkan peringatan yang dapat ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Abu Bakr al Baghdadi (IS)  jika memecah belah jihad di Afghanistan dan faksi jihad di seluruh dunia.

"Allah melarang, jika ada orang yang mengaku berafiliasi dengan Anda kemudian membuat masalah serius bagi Imarah Islam; karena hal itu akan menyebabkan kemarahan di kalangan umat Islam terhadap Anda," kata Syeikh Mansour.

 "Allah melarang hal seperti itu, [IS] jangan  membuat keputusan  untuk mengacaukan pemimpin mujahidin, ulama, dan ribuan mujahidin sholeh di sini. Akibatnya, Anda akan kehilangan cinta dari rakyat dan mereka tidak akan tulus dengan Anda. "

Ketika membahas perpecahan yang diciptakan oleh IS di luar Afghanistan, Syeikh Mansour tegaskan  bahwa kegiatan itu akan merugikan Islam.

"Percayalah bahwa semua jenis tindakan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki dengan kegiatan dan reputasi Anda," Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour memperingatkan.

 "Tindakan ini mengakibatkan syahidnya kaum Muslim, khususnya mujahidin dan orang-orang sholeh. Tindakan ini mengecewakan ahli waris syuhada dan memberi kesempatan kepada musuh untuk menggunakan berbagai taktik [terhadap berbagai faksi jihad di seluruh dunia], " tegas Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour.

Deddy | Voice Of Jihad | The Long War Journal| Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button