
TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menjaga kekhusyuan dan ketertiban bulan Ramadhan, Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menggelar aksi sweeping ke warung-warung makan yang buka pada siang hari, Sabtu (18/6/2016).
Tim Advokasi ALMUMTAZ, Ustadz Ikmal Isbahizzaman mengatakan, aksi itu juga untuk mensosialisasikan imbauan Walikota Tasikmalaya terkait bulan Ramadhan.
“Dalam rangka penegakan syariah dan himbauan walkot, supaya orang-orang khususnya muslim yang melakukan dagang pada bulan Ramadhan ini agar bisa menjaga,” ujarnya kepada Jurnalislam usai aksi.
Salah satu poin imbauannya adalah tidak membuka rumah makan/warung nasi atau sejenis pada bulan ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB. “Ini kan buka pagi-pagi, otomatis ini melayani orang yang sudah ada niatan yang tidak shaum (puasa),” kata pria yang juga menjabat Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya itu.
“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi warga dan khususnya pedagang di kota Tasikmalaya, jangan sampai hal ini dijadikan alasan untuk memenuhi kebutuhan, saya yakin rizki dari Allah itu lebih banyak,” sambungnya.
Salah seorang pemilik warung mengaku belum menerima surat imbauan dari walikota tersebut. “Saya belum pernah mendengar dan menerima selembaran himbauan walikota, bahwa tidak boleh membuka warung makan di siang hari sebelum pukul 16.00,” kata Ibu A’ah kepada para laskar saat disweeping.
Namun demikian, ia mengakui kesalahannya dan berterimkasih kepada laskar dan aparat yang tidak bertindak represif.
“Saya mengakui kelasahan saya dan saya mengucapkan terimakasih kepada aparat yang berwenang karena telah memberikan himbauan walikota tersebut, dan saya berjanji tidak akan membuka warung makan lagi sebelum waktu yang ditentukan dalam surat himbauan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, korlap Satpol PP, Hidayat mengatakan, para pemilik warung-warung makan yang buka di siang hari bulan Ramadhan itu beralasan mereka didesak kebutuhan. Warung-warung makan tersebut kebanyakan ditemukan di kawasan Pasar Cikurubuk.
“Sebagian masyarakat ada yang sudah menyadari dan ada yang bersikukuh, dan alasan mereka yang bersikukuh karena masalah mata pencaharian, maka kami bersama ormas Islam dan Kepolisian kompak melakukan himbauan kepada masyarakat,” terang Hidayat.
“Saya bangga dengan sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban dan kekhusyuan bulan Ramadhan ini,” tambahnya.
Aksi ALMUMTAZ yang digelar mulai pukul 9 pagi hingga dzuhur itu didampingi oleh pihak Kapolres Kota Tasikmalaya dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.
Berikut adalah Tiga Imbauan Walikota Tasikmalaya pada bulan Ramadhan:
- Tidak membuka rumah makan/warung nasi atau sejenis pada bulan Ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB
- Menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat mengganggu ibadah puasa, baik bagi dirinya ataupun orang lain, misalnya dengan memakai busana yang sesuai dengan tuntutan ajaran agama islam
- Pemilik/pengelola tempat hiburan karaoke, bilyard dan sejenisnya agar menutup kegiatan usahanya selama bulan suci Ramadhan
Reporter: Aryo Jipang, HBQ | Editor: Deddy



