Analisa dan Kesimpulan Sejumlah Operasi Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di Helmand
PADA akhir 2014, pasukan Amerika dan NATO menyudahi peran militer mereka di Afghanistan dan melepaskan diri dari medan perang. Proses pengalihan tanggung jawab keamanan selesai. Pasukan asing memulai tugas baru 'Resolute Support/Mendukung Resolusi,' yaitu sebuah misi yang bertujuan untuk memperpanjang perang tanpa menderita kerugian atau korban di pihak AS dan NATO.
Pasukan asing menarik diri dari medan perang dan hanya menyisakan kekuatan internal saja dengan alasan tanggung jawab terhadap transfer kekuasaan dan menjaga keamanan. Pasukan asing melepaskan diri dan meninggalkan seluruh beban di pundak tentara bayaran internal dan sebagai permulaan, operasi besar 'Zulfiqar' diluncurkan di provinsi Helmand.
Sebelum operasi penyebaran propaganda dilakukan secara luas. Operasi 'Zulfiqar' menjadi topik utama di media dan dibahas secara luas oleh media. Para pejabat dari rezim antek AS dimanfaatkan untuk mengatakan bahwa operasi ini akan menjadi ujian kemampuan bagi pasukan mereka dan dianggap sangat penting.
Pada kenyataannya rezim antek mencoba untuk menggambarkan bahwa pasukan mereka menang dalam operasi ini dan kesan umum yang keluar adalah bahwa seluruh provinsi Helmand akan dikuasai setelah operasi ini, dan untuk pertama kalinya, provinsi ini akan jatuh di bawah kontrol rezim antek AS.
Setelah persiapan selesai dan menyebar propaganda luas, pada 15 Februari 2015, operasi yang diusulkan tersebut diluncurkan oleh rezim antek di provinsi Helmand. Sekitar tujuh ribu tentara dari unit berbeda dari provinsi Kandahar, Herat dan Helmand berpartisipasi dalam operasi ini.
Pada awal operasi, penggerebekan dan serangan sporadis telah dimulai dan berbagai usaha dilakukan untuk menyelidiki kekuatan infanteri di wilayah yang berada di bawah kendali Mujahidin. Rezim arogan melancarkan operasi mereka di Grishk, Babaji, Nahr-i-Siraj, Marja, Nowzad, Nad-Ali, Washir dan beberapa kabupaten serta daerah lainnya.
Tapi, pada saat pasukan bayaran menderita kerugian melebihi estimasi mereka pada hari-hari awal operasi di kabupaten Babaji, Nowzad, Washir dan Nahr-i-Siraj dan mereka tidak bisa melanjutkan kemajuan mereka, mereka mengubah seluruh strategi operasi mereka dengan berbalik dan berkonsentrasi memusatkan kekuatan penuh mereka terhadap kabupaten Sangin dan Marja.
Pasukan tentara bayaran rezim antek memulai gerakan mereka ke arah daerah Sangin, Trekh Nawar dan Sistani di distrik Marja, dimana Mujahidin sudah sepenuhnya siap menyambut para pasukan musuh yang baru dikerahkan untuk operasi ini dengan IED (sejenis bom ranjau) dan penyergapan. Pertempuran sengit dimulai.
Perlawanan yang sengit dari Mujahidin yang sudah sangat siap membuat tentara bayaran menyadari bahwa ada perbedaan besar antara propaganda tentang perang dan pertempuran praktis dilapangan yang tidak dapat diperjuangkan dan dimenangkan hanya dengan propaganda media kosong.
Mikrofon dan kamera kosong tidak bisa menyelamatkan nyawa mereka. Mereka membuktikan kepada rezim bahwa pertempuran tidak dapat dilakukan hanya dengan bantuan tentara bayaran.
Perlu semangat dan pengorbanan yang tidak dapat disewa. Hal itu juga membuktikan kepada penjajah asing bahwa mereka telah kalah dalam pertempuran dan melarikan diri dari medan perang walaupun mereka memiliki semua keahlian.
Beberapa Insiden dalam Operasi Militer Ini
Pada 18 Februari, 7 kendaraan militer tentara bayaran hancur di daerah 'Trekh Nawar' distik Marja. Pada minggu terakhir bulan Februari, di distrik Sangin saja 32 tank militer dan kendaraan musuh jenis Ranger hancur disertai 169 tentara mereka tewas.
Pada 3 Maret, 7 kendaraan lapis baja dan 1 truk Kamaz hancur dalam serangan martir di distrik Sangin dan puluhan tentara lainnya tewas dan terluka.
Pada tanggal 7 Maret, sebuah pos militer besar milik musuh dihantam serangan syahid di jalan raya utama 'Kandahar-Herat. Serangan ini dilakukan saat beberapa komandan dari pos lain sedang berkumpul di sana. Dalam serangan heroik ini, 17 tentara musuh tewas, 11 lainnya luka-luka dan 6 kendaraan militer bersama dengan pos militer mereka benar-benar dihancurkan.
Pada 8 Maret, 4 pos strategis musuh berhasil dikuasai oleh Mujahidin di daerah 'Sarwan Kala' distrik Sangin, provinsi Helmand, dimana 15 tentara tewas, 18 orang terluka dan sejumlah besar senjata disita dan menjadi ghanimah Mujahidin. Pada malam dan hari berikutnya, 5 pos lain milik musuh ditaklukkan dan beberapa kendaraan militer musuh dibakar sedangkan puluhan tentara mereka tewas dan terluka.
Pada 11 Maret, pertempuran hebat melawan pasukan musuh berlangsung di daerah 'Trekh Nawar' distrik Marja di provinsi Helmand, 5 kendaraan militer musuh hancur dan 12 tentara mereka tewas.
Pagi hari 15 Maret, pertempuran sengit meletus antara Mujahidin dan pasukan musuh di daerah 'Baghraniyan' kota 'Lashkar Gah' provinsi Helmand yang berlangsung hingga siang. Pada hari dan daerah yang sama, pertempuran lain dimulai yang berlangsung sampai sore hari, dimana 23 tiga tentara tewas dan 13 lainnya luka-luka.
Pada 16 Maret larut malam, Mujahidin melancarkan serangan besar-besaran terhadap sebuah pangkalan militer dan beberapa pos musuh lainnya di pinggiran distrik Nowzad 'provinsi Helmand. Setelah empat jam pertempuran, markas dan 5 pos musuh ditaklukkan, 20 tentara mereka tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Kemudian musuh mengerahkan tentara tambahan di daerah tersebut berhadapan dengan Mujahidin yang berani sehingga berakibat salah satu tank mereka hancur oleh ranjau darat.
Pada tanggal 24 Maret, pusat keamanan utama kabupaten Nowzzad di provinsi Helmand digempur serangan roket diikuti berbagai serangan senjata berat lainnya. Beberapa tentara musuh tewas dan terluka hingga membuat komandan keamanan distrik tersebut melarikan diri bersama sisa tentara boneka lainnya.
Selama bulan pertama operasi ini, di distrik Marja saja sudah ada lebih dari 50 tank dan kendaraan musuh jenis Ranger yang hancur ditambah serangan yang dilakukan terhadap pasukan tambahan dan pos-pos milik musuh.
Ini hanyalah beberapa contoh. Pasukan tentara bayaran rezim antek AS berjuang keras untuk kembali pada markas mereka dan jalan utama ke pusat-pusat kota. Ketika mereka kehilangan semangat dan memasang posisi bertahan, Mujahidin melancarkan serangan besar-besaran terhadap mereka.
Rezim antek AS memasuki medan perang dengan strategi sebelumnya yaitu dengan menghancurkan rumah-rumah, kebun dan toko-toko milik rakyat sipil. Lebih dari 1500 rumah hancur di kedua sisi jalan utama yang membentang hingga ke distrik Sangin.
Di dalam bazaar 'Malmand' saja 200 toko dibakar. Puluhan kebun hancur dan ratusan pohon-pohon ditebang. 2000 keluarga terpaksa meninggalkan distrik Sangin. Sejumlah besar rumah hancur dan ratusan keluarga juga dipaksa untuk bermigrasi dari daerah Marja.
Selama operasi brutal itu, puluhan rakyat Afghanistan tewas dan terluka di berbagai wilayah provinsi Helmand, tetapi semua kekejaman rezim boneka dan pasukan tentara bayaran tersebut tidak mampu menolong mereka mencapai kesuksesan.
Tidak mengurangi kerugian dan jatuhnya korban dari pihak mereka dan tidak juga berhasil mencapai tujuan jahat mereka. Sebaliknya, mereka berhasil dikalahkan meskipun mereka melakukan semua kehancuran ini seperti pendahulu mereka yaitu pasukan Inggris yang melakukan strategi yang sama.
Penjajah Inggris menghancurkan hampir 4000 rumah di provinsi Helmand tapi tidak bisa memenangkan pertempuran sebagaimana hari ini, tentara antek mereka juga tidak bisa menang.
Pada awalnya, para pejabat boneka rezim antek AS mengklaim keberhasilan mereka dalam pertempuran. Mereka menyembunyikan sendiri jumlah kerugian dan korban di pihak mereka dan memberikan data palsu tentang kerugian Mujahidin kepada media. Tetapi tidak butuh waktu lama, wartawan mengunjungi daerah dan mengamati fakta dengan mata mereka sendiri.
Masyarakat lokal memberikan informasi rinci kepada wartawan, kemudian rezim mengurangi propaganda dan tidak lagi mengklaim dengan angkuh. Dan ketika kekalahan mereka tak terelakkan disertai kerugian yang melampaui estimasi mereka, mereka tidak lagi melakukan propaganda dan pada tahap akhir, mereka berhenti memberikan informasi apapun kepada media.
Akhirnya, rezim antek mengumumkan kesimpulan dari operasi ini kemudian mereka merayakannya (merayakan keberhasilan operasi ini seperti yang dibayangkan oleh mereka) dengan meriah di pangkalan militer 'Shorab', provinsi Helmand. Karena wartawan dari zona barat sepenuhnya sadar tentang fakta sebenarnya operasi tersebut serta bersembunyinya para tentara bayaran, mereka tidak diundang ke perayaan tersebut. Sedangkan beberapa wartawan asing dan wartawan dari Kabul yang tidak tahu apa-apa tentang operasi ini, diundang dalam perayaan dan “keberhasilan” mereka.
Meskipun mereka mencoba usaha terbaik mereka, tetapi mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu. Ketika wartawan asing menemukan kesempatan untuk bertemu masyarakat lokal, seluruh fakta terungkap dan menjadi jelaslah bagaimana brutalnya mereka mengeksekusi operasi ini dan betapa sia-sianya mereka!
Alasan Kegagalan Pasukan Boneka
Meskipun 7000 pasukan baru dan ratusan milisi Arbaki lokal lainnya ikut serta dalam operasi ini, tetapi mereka benar-benar sia-sia dan tentara bayaran internal didorong mundur setelah menderita kerugian dan korban jiwa yang besar. Alasannya adalah sebagai berikut:
1. Jenis pertempuran seperti ini selalu bisa dimenangkan dengan hanya jika didukung oleh masyarakat. Dalam hal ini, rezim antek benar-benar kehilangan dukungan publik, dan sebaliknya, Mujahidin memiliki dukungan penuh dari masyarakat.
2. Sejak pasukan asing lari dari medan perang dan bersembunyi, tentara bayaran rezim antek AS telah kehilangan semangat, karena itu mereka tidak bisa melawan Mujahidin.
3. Pertempuran tidak pernah bisa berhasil hanya dengan bantuan tentara bayaran. Saat tentara boneka tidak memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas dalam mengorbankan nyawa mereka, maka mereka tidak bisa melawan dengan berapi-api dan penuh keberanian yang merupakan prasyarat untuk memenangkan pertempuran.
4. Korupsi internal, perbedaan dan gangguan di antara berbagai kalangan rezim boneka baik tingkat tinggi, sedang maupu rendah serta lemahnya koordinasi dalam menangani isu-isu berdampak negatif pada moral tempur tentara mereka. Karena tidak satupun dari mereka rela berpartisipasi dalam pertempuran yang sia-sia ini dan mencoba segala cara untuk menghindar.
5. Sejauh ini Mujahidin lebih kuat dan terorganisir lebih baik dari sebelumnya. Bukan saja jumlah mereka yang meningkat, namun semangat mereka juga cukup tinggi. Sekarang mereka dapat dengan mudah melawan setiap serangan, dan berinisiatif membangun serangan kapanpun dan dimanapun untuk menargetkan musuh.
Bagaimana ‘Operasi Helmand’ menurut para pejabat dan masyarakat?
Meskipun pada kesempatan perayaan, para pejabat provinsi Helmand dan kementerian dalam negeri rezim boneka AS menyebut operasi ini sukses. Tetapi wartawan, kepala suku setempat, masyarakat sipil memiliki penilaian yang berbeda. Rakyat biasa dan beberapa pejabat mengatakan bahwa operasi ini gagal total.
'Ataulla Afghanistan, anggota dewan provinsi dari provinsi Helmand, menyimpulkan bahwa operasi ini hanya menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran. Mereka dibunuh dan rumah mereka juga dihancurkan. Dia menambahkan bahwa operasi ini tidak bisa disebut sukses.
Wartawan dan anggota masyarakat sipil juga mengatakan bahwa operasi yang bernama 'Zulfiqar' ini gagal, di mana banyak orang yang tidak bersalah tewas dan ratusan rumah dihancurkan. Penduduk setempat juga mengatakan bahwa operasi brutal yang dilancarkan oleh rezim boneka itu sia-sia dan menderita kerugian besar.
Seorang kepala suku lokal Haji Mohammad Saleem mengatakan kepada televisi 'Al-Jazeera' bahwa pasukan pemerintah telah mundur dari semua daerah dan sekarang Mujahidin mengendalikan mereka.
Komandan keamanan provinsi Helmand menyebut operasi ini sukses, namun ia juga mengakui kekalahannya. Dia mengatakan dalam ‘perayaan’ di markas Shorab bahwa mereka harus memulai operasi untuk kedua kalinya di beberapa daerah terutama di distrik Sangin. Pernyatannya ini menunjukkan bahwa operasi yang pertama tidak berhasil.
Konsekuensi dan dampak Operasi Helmand
Hasil akhir operasi ini bagi rezim antek sudah pasti negatif, setelah pasukan tentara bayaran mereka merasa sangat malu atas kegagalan operasi ini dan bahwa mereka melarikan diri dari 23 pos militer mereka di distrik Sangin.
Mereka tidak bisa memperluas kontrol mereka, bahkan mereka kehilangan beberapa daerah yang sebelumnya berada di bawah kendali mereka. Seperti daerah Alizai, yang terletak hampir setengah kilometer dari pusat distrik Nowzad yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan rezim, tapi sekarang berada di bawah kendali Mujahidin.
Ada beberapa pos pemeriksaan di jalan utama yang membentang dari distrik Sangin ke Kajaki dan jalan yang semula dikendalikan oleh pasukan rezim itu kini seluruhnya dikendalikan oleh Mujahidin.
Dampak dari operasi sia-sia yang diluncurkan oleh rezim boneka tidak hanya pada tentara di provinsi Helmand, namun efek kekalahan itu juga telah merusak moral pasukan tentara bayaran di seluruh negeri. Sebagai contoh, pada akhir bulan lalu, rezim antek yang berbasis di Kabul meluncurkan berbagai operasi di distrik Andar, Deh-Yak di provinsi Ghazni dan di provinsi Logar.
Saat mereka dikalahkan dengan telak di provinsi Helmand, dan menderita kerugian dan korban besar, mereka tidak bisa melanjutkan operasi mereka di provinsi 'Ghazni' dalam waktu lama. Ketika mereka meenemui perlawanan sengit dari Mujahidin dan menderita kerugian yang tidak terduga, mereka kehilangan keberanian dan meninggalkan daerah tersebut.
Dalam beberapa kasus, mereka meminta masyarakat setempat untuk meminta Mujahidin agar tidak melawan mereka dan memberikan perjalanan yang aman untuk mereka keluar dari distrik Andar.
Saat musuh dikalahkan dengan telak di Helmand, bukannya menyebarkan pasukan tambahan di provinsi Ghazni, mereka malah meninggalkan operasi dan mengevakuasi pasukan mereka dari wilayah tersebut secepat mungkin.
Di provinsi lain, pasukan tentara bayaran sangat sedikit mengeksekusi operasi sehingga tidak mencapai kemajuan dan mereka dikalahkan di semua lini. Tapi (dengan ijin Allah) keberhasilan mereka tidak tercapai di provinsi Helmand, karena bila berhasil maka mereka bisa memperluas operasi mereka di provinsi lain dengan harapan mendapatkan lebih banyak kemenangan.
Reporter : Deddy | Editor : Ally | Shahamat | Jurniscom




