Internasional

AS Klaim Bunuh Syeikh Mansur al Harbi dalam Serangan Udara di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)  –  Amerika mengklaim serangan udaranya di Afghanistan telah menewaskan salah seorang pemimpin senior Al Qaidah, Syeikh Mansur al Harbi beberapa hari lalu. Beliau adalah seorang pria asal Saudi yang terdaftar dalam orang paling dicari oleh Amerika Serikat, PBB, dan Arab Saudi.

Seperti dilaporkan The News, Syeikh al Harbi yang bernama asli Abdullah Azzam Zureik Al Maulid Al Subhi dan juga dikenal sebagai Abu Muslim al Makki, dikatakan telah gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Afghanistan tiga hari lalu. Kabar kematian Syeikh Harbi itu juga dilaporkan Afghanistan Islamic Press pada 27 Juni 2015.

Para pejabat militer dan intelijen AS tidak berkomentar mengenai laporan kematian Syeikh Harbi dari The Long War Journal, tetapi hanya mengatakan mereka menyadari adanya laporan. Kematian Syeikh Harbi belum dikonfirmasi oleh Al Qaeda dalam sebuah pernyataan resmi.

Lokasi kematian Harbi pun tidak diungkap. Tidak ada laporan mengenai serangan pesawat tak berawak AS di Afghanistan pada 24 Juni atau 25 Juni. AS dikatakan telah meluncurkan dua serangan udara di distrik di provinsi Nuristan Wanat pada 27 Juni. Dan 22 Juni, pesawat AS dilaporkan menargetkan pejuang Taliban di distrik Batikot di Nangarhar. Baik Nuristan maupun Nangarhar adalah basis Al Qaeda yang dikenal di Afghanistan timur.

Syeikh Harbi menjabat sebagai komandan militer Al Qaeda untuk Afghanistan, para pejabat intelijen AS mengatakan kepada The Long War Journal. Dua pendahulunya yang paling terakhir adalah Qari 'Imran, anggota al Qaeda di dewan eksekutif benua India, dan Sufyan al Maghrebi.

Qari 'Imran gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Waziristan Utara, Pakistan pada bulan Januari 2015. Sedangkan Syeikh Maghrebi dilaporkan gugur  dalam serangan pada bulan September 2014.

Syeikh Harbi adalah pemimpin al Qaeda veteran, menurut Departemen Luar Negeri AS, dan tercatat sebagai seorang jihadis global Specially Designated pada tahun 2012. Dia "pergi ke Afghanistan lebih dari satu dekade yang lalu untuk bergabung dengan al Qaeda," dan "bertanggung jawab untuk pelatihan militan dan koordinasi pejuang asing yang melakukan perjalanan ke Afghanistan untuk memerangi pasukan koalisi. "

"Sebagai hasil dari posisi pelatihan kuncinya, al Harbi terhubung erat dengan banyak pemimpin senior Al Qaeda," kata Departemen Luar Negeri AS lagi.

Al Qaeda memiliki tempat berlindung yang aman di Afghanistan timur, termasuk provinsi pegunungan Kunar, Nuristan, dan Nangarhar. Syeikh Osama bin Laden menyatakan bahwa beberapa pemimpin dan pejabat kunci Al Qaeda pindah ke Kunar, Nuristan, Ghazni, dan provinsi Zabul untuk menghindari Serangan udara AS di Pakistan.

Al Qaeda juga dikenal karena mengintegrasikan komandan utama dan kerja sama dengan kelompok jihad sekutu di Afghanistan-Pakistan. Al Qaeda di anak benua India, cabang resmi kelompok jihad di Asia Selatan, dibentuk dengan mengintegrasikan jaringan al Qaeda dengan unsur-unsur dari kelompok-kelompok seperti Afghanistan dan Taliban Pakistan, Harakat-ul-Muhajideen, Harakat-ul-Jihad-al-Islami dan Brigade 313, Jaish-e-Mohammad, Lashkar-e-Jhangvi, India Mujahidin (pasukan Lashkar-e-Taiba), Gerakan Islam Uzbekistan, Partai Islam Turkistan, Junood al Fida, dan kelompok-kelompok lain yang berbasis di Afghanistan, Pakistan, dan India.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button