AS Klaim Serangannya Bunuh Komandan dan Puluhan Pasukan IS di Fallujah, Irak
IRAK (Jurnalislam.com) – Serangan yang dipimpin koalisi udara dan artileri AS mengklaim telah menewaskan 70 pasukan IS (Islamic State) di Fallujah, termasuk komandan IS di kota Irak, seorang juru bicara militer mengatakan pada hari Jumat (27/05/2016), Al Arabiya News Channel melaporkan.
Kolonel Steve Warren yang berbasis di Baghdad mengatakan bahwa selama empat hari terakhir, 20 serangan di kota yang terkepung tersebut telah menghancurkan posisi pertempuran dan meriam IS.
"Kami telah membunuh lebih dari 70 pasukan musuh, termasuk Maher Al-Bilawi, yang merupakan komandan pasukan IS di Fallujah," klaim Warren.
"Serangan ini tentu saja tidak akan membuat musuh benar-benar menghentikan pertempuran, tapi serangan ini menghantam. Juga menciptakan kebingungan dan menyebabkan wakil komandan harus naik. Dan menyebabkan kepemimpinan lainnya harus bergerak," tambahnya.
Pasukan Irak melancarkan operasi untuk merebut kembali Fallujah, kubu IS yang terletak hanya 30 mil (50 kilometer) di barat Baghdad, pada awal pekan ini.
Antara 500 hingga 1.000 pasukan IS menguasai Fallujah, dan sekitar 50.000 warga sipil terperangkap di dalam kota, dimana IS berusaha mencegah orang-orang yang mencoba melarikan diri.
Pesawat AS telah menjatuhkan selebaran yang menyerukan penduduk setempat untuk menghindari daerah IS, kata Warren.
"Selebaran tersebut mengarahkan mereka yang tidak bisa mengungsi untuk menempatkan kain putih di atap rumah untuk menandai lokasi mereka. Tentara Irak berupaya untuk membuat rute evakuasi. Dan pemerintah lokal Anbar telah mendirikan kamp-kamp untuk pengungsi warga sipil."
Sementara itu, pemimpin sekte Syiah Irak pada hari Jumat menyerukan pasukan Irak bertempur untuk merebut kembali kota Fallujah dari IS untuk melindungi warga sipil yang terjebak di sana, alasannya, Associated Press mengutip perkataan tokoh Syiah Ayatollah Ali al-Sistani.
Komentarnya disampaikan pada hari Jumat oleh wakilnya Ahmed al-Safi di kota Karbala.
Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan keprihatinan mereka bagi puluhan ribu warga sipil yang diperkirakan masih berada di kota, yang telah berada di tangan IS selama lebih dari dua tahun.
Kepala polisi federal Irak mengatakan 720 warga sipil telah dievakuasi dari Fallujah utara sejauh ini, independen Al-Sumaria News melaporkan pada hari Jumat.
"Keluarga (yang dievakuasi) kebanyakan wanita, anak-anak dan mereka telah dipindahkan ke lokasi yang aman setelah bantuan disalurkan kepada mereka," kata Letnan Shakir Jawodat.
PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis bahwa hanya 800 orang yang telah mampu melarikan diri dari Fallujah sejak pasukan Irak melancarkan serangan besar untuk merebut kembali kota.
Warga Fallujah yang dihubungi oleh PBB mengatakan bahwa jumlah bom dan jebakan yang ditanam oleh IS di sekitar kota akan membuat setiap perjalanan menjadi sangat berbahaya.
Sementara itu, satuan tugas darurat Irak mengatakan pada hari Jumat bahwa pusat komunikasi IS di Fallujah utara hancur dan empat calon pembomnya terbunuh.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam


