Assad Akui Pasukannya di Suriah Tinggal Sedikit

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Dalam pidato televisi yang disiarkan Ahad (26/07/2015), Presiden rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad mengakui bahwa militer rezim nya telah habis oleh peperang yang masih berlangsung di negara itu, yang sekarang masuk tahun kelima, Anadolu Agency melaporkan.
Namun, walaupun mengakui bahwa kapasitas militernya berkurang jauh akibat peperangan, ia sesumbar bahwa tentaranya masih mampu melaksanakan tugasnya.
Dia juga mengatakan bahwa “proposal politik” yang bertujuan mengakhiri perang hanya berpengaruh kecil jika mereka tidak didasarkan pada premis memerangi dan mengakhiri mujahidin”.
Dalam sambutannya, yang disiarkan di televisi pemerintah Suriah, Assad juga memuji dukungan militer Syiah Iran untuk rezimnya, dan menggambarkan Iran sebagai “negara saudara”.
Dia juga memuji “pasukan Syiah Libanon”, yaitu pada milisi Syiah Hizbullah Libanon, yang selama dua tahun terakhir telah berjuang bersama tentara Syiah Suriah melawan faksi faksi jihad Suriah.
Assad melanjutkan dengan menggambarkan Rusia dan China sebagai “katup pengaman”.
Menurut PBB, lebih dari 230.000 orang telah tewas di Suriah sejak pembantaian pasukan rezim Assad terhadap warga sipil hingga pertempuran dimulai pada awal tahun 2011 antara pasukan pro rezim Assad – yang meliputi Syiah Hizbullah dengan koalisi mujahidin Suriah.
Laporan PBB menunjukkan sekitar setengah dari penduduk negara tersebut sejak saat itu mengungsi akibat peperangan, dengan hampir empat juta warga Suriah saat ini mengungsi ke Turki, Lebanon dan Yordania.



