Internasional

Astaghfirullah, Bendera Yahudi Israel Dikibarkan di Atas Masjid Al Ibrahim

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemukim zionis Yahudi mengibarkan bendera Israel di dinding dan di atas atap masjid Al Ibrahim pada hari Selasa (21/04/2015) di Hebron, Masjid Al Ibrahim dikenal sebagai situs para leluhur, dengan sebutan lain yaitu Masjid Salahudin Al Ayyubi (583 H / 1187 M).

Komite rekonstruksi di Hebron dalam keterangan persnya mengecam tindakan ini dan menganggap hal itu sebagai kelanjutan upaya penjajah  Israel yang sedang berlangsung saat ini untuk mengubah karakter masjid dan memasukkannya ke daftar situs warisan Yahudi.

Komite mengecam aksi penjajah  Israel, ini sebagai tindakan provokatif dan serangan terhadap umat Islam pada umumnya dan Palestina pada khususnya.

Komite juga meminta semua lembaga hak asasi manusia yang relevan dan organisasi kemanusiaan agar mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi masjid.

Masjid Al-Ibrahimi terletak di kota tua Hebron, beberapa ratus meter dari bagian kota yang diduduki secara ilegal oleh sekitar 400 pemukim ekstrimis, yang dijaga oleh sekitar 1.500 tentara penjajah Israel.

Sejak tahun 1967, Masjid Al-Ibrahimi, seperti semua situs suci umat Islam lainnya di Palestina, selalu menjadi target pasukan penjajah Israel dan pemukim Zionis, lapor Komite Rehabilitasi Hebron.

Pada tahun 1994, Israel membagi Masjid al-Ibrahimi untuk Muslim dan Yahudi, setelah seorang pemukim Israel menembak mati 30 warga Palestina saat melaksanakan sholat subuh.

Baruch Goldstein, seorang pemukim ekstrimis zionis Yahudi dari pemukiman ilegal 'Kiryat Arba', yang memiliki kewarganegaraan AS dan Israel, melepaskan tembakan senapan mesin ke arah jamaah Muslim yang sedang sholat. Dia membunuh 29 orang dan melukai 135 lainnya. Pada hari yang sama di luar Masjid, tentara zionis Yahudi (Israel) melepaskan tembakan ke arah jamaah yang ketakutan dan panik dan membunuh sedikitnya sepuluh warga sipil.

Menyusul insiden itu, Masjid Al-Ibrahimi diubah menjadi pos militer zionis dan kemudian dibagi menjadi dua bagian, satu untuk umat Islam dan satu lagi untuk orang-orang  zionis Yahudi. Sehingga Masjid menjadi titik konflik dan ketegangan terus menerus yang merusak kesuciannya.

Saat ini, pasukan Israel mengontrol akses warga Palestina yang menuju ke masjid, mencegah banyak orang yang bermaksud sholat di sana secara teratur dan sering melarang adzan dengan dalih mengganggu para pemukim Yahudi.

Kontrol mereka tidak hanya terbatas pada sholat di Masjid, tetapi juga panggilan adzan untuk shalat melalui speaker. Pada bulan Januari 2015 saja, adzan dilarang sebanyak 51 kali.

Direktorat The Hebron Awqaf mengatakan bahwa kebijakan pelarangan adzan ditujukan untuk mengencangkan tali kekang pada Palestina dan menghentikan mereka sholat di Masjid, kemudian berlanjut mengusir mereka dari kota mereka sendiri.

 

Deddy | PNN | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button