Internasional

Azerbaijan Ancam Akan Serang Kembali Armenia

KARABAKH (Jurnalislam.com) – Azerbaijan pada hari Ahad (03/04/2016) mengumumkan gencatan senjata sepihak menyusul pertempuran sengit dengan pasukan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang direbutkan, tetapi mengancam akan menyerang kembali jika pasukannya diserang, World Bulletin melaporkan, Ahad.

"Azerbaijan, menunjukkan niat baik mereka, telah memutuskan untuk secara sepihak menghentikan penyerangan", kata kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, memperingatkan bahwa mereka akan "membebaskan semua wilayah pendudukan (Armenia) jika pasukan Armenia tidak menghentikan provokasi."

Tapi juru bicara kepresidenan separatis Armenia yang didukung di Karabakh, David Babayan, mengatakan kepada AFP bahwa pertempuran belum pernah dihentikan di sepanjang garis depan.

"Pertempuran masih berlangsung pada sektor tenggara dan timur laut dari garis depan Karabakh," katanya.

Sebelumnya pada hari Ahad, pasukan Karabakh mengklaim mereka merebut kembali bukit strategis Lala-Tepe di Karabakh yang dikuasai oleh pasukan Azeri, Sabtu.

Baku membantah laporan itu, mengatakan bahwa bukit tersebut tetap berada di bawah kendali mereka dan bahwa pasukan pemberontak Armenia menderita korban jiwa serius yang berkelanjutan.

Pada hari Sabtu, pertempuran sengit menewaskan sedikitnya 18 pasukan Armenia dan 12 tentara Azerbaijan dan dilaporkan merenggut nyawa dua warga sipil. Kedua belah pihak menuduh saling melakukan penyerangan dengan persenjataan berat di garis depan pertempuran.

Rusia sebagai pendukung separatis Armenia dan Barat mengimbau semua pihak untuk menahan diri.

Etnis separatis Armenia yang didukung oleh Yerevan menguasai wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh dalam perang tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 30.000 jiwa dan musuh tidak pernah menandatangani kesepakatan damai meskipun terdapat gencatan senjata tahun 1994.

Daerah ini secara internasional masih diakui sebagai bagian dari wilayah Azerbaijan dan kedua belah pihak sering melakukan serangan, tapi serangan episode terbaru tersebut menandai gelombang perang baru dan memicu meningkatnya himbauan perdamaian dari kekuatan internasional.

Azerbaijan yang kaya akan kekuatan, memiliki kekuatan militer melebihi seluruh anggaran negara Armenia, telah berulang kali mengancam untuk mengambil kembali wilayahnya dengan operasi militer jika perundingan gagal menemui hasil.

Armenia yang didukung Moskow mengatakan bahwa mereka bisa menghancurkan serangan apapun.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button