Nasional

Banyak Warga Selain Habib Rizieq Berkurumun, Polisi Diminta Tidak Tebang Pilih

JATIM(Jurnalislam.com) – Pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya mendapat simpati banyak pihak. Salah satunya dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) yang meminta polisi untuk tidak berlebihan dalam menangani kasus Habib Rizieq.

“Seharusnya kepolisian lebih proporsional, objektif, modern dan terukur. Jangan sampai masyarakat menilai kepolisian berlebihan, tebang pilih, seolah ada kriminalisasi, karena ini akan berdampak buruk bagi kehidupan kebangsaan kita kedepan,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib yang akrab disapa Gus Salam, Sabtu (12/12/2020).

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang ini mendesak kepolisian lebih humanis pascainsiden Km 50 yang kejadiannya masih banyak menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia.

“Kita tahu Habib Rizieq sudah minta maaf. HRS juga beriktikad baik menyetop semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan hari ini hadir ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ini harus kita apresiasi bersama karena menunjukkan beliau taat hukum,” ujar Gus Salam.

Gus Salam juga meminta agar Rizieq Shihab tidak dijerat dengan pasal karet. “Saya secara pribadi dan NU khususnya, sering berbeda pemikiran dan gerakan dengan Habib Rizieq dan FPI. Namun, saya menolak keras bila aparat berlebihan dalam menangani kasus ini. Saya berdoa semoga jalan perjuangan Habib Rizieq diridhoi Allah dan mengajak beliau dalam berdakwah agar lebih mengedepankan akhlaqul karimah,” tutup Gus Salam.

Sumber: sindonews.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button