Internasional

Bendera AS dan PYD Berkibar di Raqqa

RAQQA (Jurnalislam.com) – Bendera AS yang ditampilkan oleh PKK/PYD pada bangunan adat di Suriah utara selama hampir satu minggu memicu reaksi warga Suriah yang sebelumnya tinggal di daerah itu, Anadolu Agency Rabu (21/09/2016).

Ali Sultan adalah warga Suriah yang mengatakan ia harus melarikan diri dari distrik Tal Abyad di Governorat Raqqa di utara Suriah, dimana bendera AS dikibarkan, 18 bulan yang lalu karena PYD.

Dia sekarang tinggal di distrik perbatasan Akcakale, di di provinsi Sanliurfa tenggara, yang terletak sekitar 148 kilometer (hampir 92 mil) di utara Raqqa.

“PYD mencoba untuk memecah Suriah. Kami sebagai warga Suriah tidak ingin bendera AS bersama dengan PYD di wilayah kita [Suriah],” kata Sultan.

Warga Suriah lainnya, Havle Mushadene juga mengatakan bahwa mereka tidak ingin organisasi teror apapun di negara mereka dan mengecam bendera AS yang dikibarkan.

“Kami tidak ingin AS atau benderanya.”

Pada tanggal 15 September, PKK/PYD mengibarkan bendera AS pada fasilitas di distrik Tal Abyad di Raqqa. Pada tanggal 17 September, PKK/PYD menurunkan tiga bendera mereka kecuali yang dikibarkan di atas rumah adat.

Bendera di rumah adat tersebut dapat dilihat dari kabupaten perbatasan Akcakale di Provinsi Sanliurfa tenggara.

Pada 2 September, beberapa milisi ektremis PYD/PKK mengibarkan bendera Amerika di desa Rafe, di utara kota Manbij yang telah dibebaskan, 25 kilometer (15 mil) dari tepi barat sungai Efrat.

Menurut sumber pejuang oposisi anti Assad, bendera tersebut digunakan untuk mencegah serangan.

Dengan menampilkan bendera AS, mereka mengirimkan sinyal yang salah bahwa pasukan AS juga hadir, menurut sumber yang berbicara dengan syarat anonim karena khawatir atas keselamatan mereka.

Related Articles

Back to top button