Dampak Infiltrasi Mujahidin Taliban pada Angkatan Bersenjata Rezim Kabul
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin telah banyak menyusupkan relawan mereka ke dalam barisan tentara nasional Afghanistan, pasukan polisi serta milisi Arbaki dari pemerintah Kabul yang terkenal. Taktik cerdas ini sebagian besar dilakukan para Mujahidin pemberani dari Imarah Islam untuk melakukan serangan cepat dan mematikan terhadap basis musuh yang dikelilingi benteng kuat, kantor serta pertemuan penjajah asing sehingga berakibat beberapa pejabat tinggi, Jenderal dan tentara penjajah asing terluka hingga tewas, lansir Al Emarah News Selasa (26/01/2016).
Jenis-jenis serangan penyusup terutama bertujuan untuk membunuh, melukai dan akhirnya membongkar pasukan invasi asing. Tetapi kemudian, dengan menilai keberhasilan mereka, ruang lingkup mereka diperpanjang untuk mengalahkan pasukan tentara bayaran rezim Kabul.
Di sini, mereka terbukti lebih sukses karena banyak komandan antek asing dan angkatan bersenjata mereka yang tewas dalam serangan ini.
Dua target serangan tersebut sebagian dapat disimpulkan sebagai berikut:
Seorang Mujahid penyusup membunuh komandan pos militer dan empat tentara antek asing lainnya di daerah Abpashak kabupaten Babajee di provinsi Helmand. Kemudian ia berhasil menghilang dan mengambil sejumlah besar senjata dari musuh yang tewas serta amunisi lain yang diperlukan menuju pasukan Mujahidin di posisi terdekat. Kejadian ini dikonfirmasi oleh pejabat provinsi Helmand, saat mengekspresikan kebodohan mereka.
Dalam insiden kedua, tiga Mujahidin penyusup berhasil membunuh sembilan tentara dari pos militer mereka dan kemudian mengambil semua senjata dan amunisi untuk Mujahidin yang berada di dekat mereka. Insiden ini juga diakui dan dikonfirmasi oleh antek admin Kabul.
Jenis serangan sukses ini sangat efektif dalam melemahkan semangat pasukan musuh. Pada saat ini, batalyon bersenjata antek musuh tidak mampu lagi menghadapi Mujahidin Imarah Islam yang berani. Sejumlah besar tentara mereka melarikan diri dari medan pertempuran dan orang-orang yang sebelumnya tertipu oleh propaganda berbahaya dari penyerbu asing dan antek internal mereka sekarang dengan cerdas mengakui realitas yang berlaku dan bergabung dengan Mujahidin, sehingga bukan hanya hidup dan harta mereka terjaga, namun mereka menjadi sangat dipuji dan dihargai.
Para pejabat militer dan sipil dari admin Kabul harus menyadari bahwa rezim ini adalah musuh bagi keyakinan dan negara mereka. Semua janji dan jaminan mereka kepada rakyat Afghanistan yang tertindas, tidak berhasil memulihkan perdamaian atau stabilitas maupun pembangunan ekonomi dan kemakmuran. Perjanjian keamanan bilateral yang mereka tandatangani bersama dengan penyerbu asing brutal (pasukan Multinasional) malahan memperbudak dan memalukan sejarah Afghanistan.
Di satu sisi, angkatan bersenjata antek rezim Kabul menderita serangan konfrontatif dan penyusupan dari Mujahidin namun di sisi lain anarki internal mereka berkembang dari hari ke hari. Laporan tak putus-putusnya mengatakan bahwa ribuan tentara, polisi dan milisi Arbaki rezim Kabul melarikan diri dari barisan mereka setiap tahun. Mereka tidak lagi bekerja dengan admin tentara bayaran, di mana hidup mereka selalu berisiko, mereka lebih memilih untuk mengatur dan menjalankan bisnis pribadi mereka di mana setidaknya, hidup dan martabat mereka terjaga.
Serangan-serangan penyusup telah mengacaukan penyerbu asing arogan serta rezim antek mereka. Karena serangan ini tidak bisa ditebak korban dan kerugian yang ditimbulkan lebih tinggi dibandingkan dengan pertempuran konvensional.
Serangan penyusup adalah operasi dan taktik jihadi yang sangat dihargai oleh Mujahidin Imarah Islam karena musuh dapat dikalahkan dari dalam basis dan tempat-tempat penting mereka sendiri. Mereka menjadi bingung dan kehilangan semangat. Dan akhirnya, mereka melarikan diri dari medan tempuran atau menyerah dan bergabung kepada Mujahidin Imarah Islam.
Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam


