Delegasi India Kunjungi Kashmir, 400 Warga Muslim Terluka Tembak

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok delegasi tingkat tinggi India mengunjungi lembah Kashmir yang disengketakan hari Ahad di tengah merebaknya protes berat pro-kemerdekaan Muslim Kashmir yang menyebabkan 400 pengunjuk rasa luka-luka, lansir Anadolu Agency Ahad (04/09/2016).
Saat delegasi 28 anggota parlemen India bertemu dengan perwakilan dari partai politik pro-India, kepemimpinan pro-kemerdekaan yang berpengaruh memboikot delegasi.
Dalam pernyataan bersama, tokoh pemimpin pro-kemerdekaan Muslim Kashmir- Syed Ali Shah Geelani, Mirwaiz Umar dan Yasin Malik – mengatakan mereka merasa tidak perlu menemui delegasi, yang “tidak menjelaskan mandatnya dalam setiap keterlibatan dengan agenda yang jelas.”
“Ini adalah metode manajemen krisis yang menipu melalui delegasi parlemen, yang tidak dapat melakukan dialog transparan berbasis agenda asli untuk mengatasi masalah inti mengenai hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri di Jammu dan Kashmir,” kata pernyataan itu.
Anggota parlemen berharap untuk bertemu para pemimpin pro-kemerdekaan, yang telah dipenjara atau berada dalam tahanan rumah selama dua bulan terakhir, untuk meyakinkan agar mereka melakukan jeda selama 58-hari.
Delegasi berbicara tentang memulihkan jalan-jalan menjadi “normal” setelah bentrokan dua bulan yang mematikan, namun banyak warga Muslim Kashmir mengatakan India harus mengakui tuntutan politik mereka.
“Siapa yang menganggu kehidupan kami yang seolah-olah damai dan normal? Kami melakukannya sendiri,” Ishtiyaq Ahmad Sofi, seorang pengunjuk rasa di daerah ibukota Srinagar kepada Anadolu Agency. “Dan mengapa? Karena ini bukanlah damai yang kita inginkan. Ini adalah penjajahan, perbudakan. Mereka ingin kami menghentikan perjuangan dan mengembalikan kehidupan normal sesuai istilah mereka tanpa menanggapi tuntutan politik sejati kami.”
Jauh dari delegasi yang sangat dijaga keamanannya di Srinagar, puluhan ribu orang berkumpul untuk protes pro-kemerdekaan di Kashmir selatan. Menurut rumah sakit di seluruh Kashmir, sekitar 400 orang terluka akibat penembakan oleh pasukan India.
Laporan sebelumnya sedikitnya 73 warga sipil Kashmir telah tewas dan lebih dari 8.400 lainnya terluka sejak 8 Juli karena ditembak oleh pasukan India saat melakukan aksi pro-kemerdekaan Kashmir.
Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian namun diklaim oleh kedua Negara secara penuh.
Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka terpecah pada tahun 1947, dua diantara perang tersebut memperebutkan Kashmir.
Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan muslim Kashmir di IHK telah memperjuangkan kemerdekaan melawan kekuasaan India, atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang sejauh ini dilaporkan telah tewas dalam konflik, sebagian besar dari mereka terbunuh oleh kebrutalan pasukan bersenjata India. India menggelar lebih dari setengah juta pasukannya di daerah Kashmir yang disengketakan.


