Dengan Saling Berbagi Muslim Zimbabwe Sambut Ramadhan
HARARE (Jurnalislam.com) – Meskipun uang sulit didapat, Fatima Mohamed berjalan-jalan ke pasar sayur di kota Mbare Zimbabwe untuk membeli makanan yang cukup untuk beberapa hari ke depan.
Wanita berusia 53 tahun ini adalah ibu dari tiga putra dan dua putri. Dalam benaknya, ia memikirkan pengorbanan untuk masa depan.
Dia tidak hanya akan menyiapkan makan untuk keluarganya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat yang lebih besar.
Sebagai janda, Fatima mengenakan jubah hitam. Di tangan kirinya adalah keranjang yang ia isi dengan bermacam-macam barang, termasuk beras India, selai kacang, rempah-rempah, kentang manis segar, ubi kayu dan ubi jalar.
Fatima tidak sedang mempersiapkan perjamuan tradisional, melainkan mempersiapkan waktu yang sangat penting dalam agamanya, yaitu bulan suci Ramadhan.
"Saya bangga membuat persiapan seperti ini, karena saya tahu ini adalah waktu bagi saya saya untuk puasa, beribadah penuh dan berbagi," kata Fatima kepada Anadolu Agency.
Makanan senilai $ 20 yang baru saja dibeli Fatima adalah makanan khas dari jenis khusus yang disiapkan Muslim ketika mereka berbuka puasa.
"Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam," kata Sultan Adam Salamu dari Dewan Tertinggi Urusan Islam di Zimbabwe kepada Anadolu Agency. "Ramadhan datang satu kali dalam setahun pada bulan kesembilan dalam kalender Islam."
Ramadhan dimulai pada hari Kamis dan berlangsung selama 29 sampai 30 hari, tergantung pada penampakan bulan berikutnya. Hampir lima juta Muslim Zimbabwe berniat memenuhi kewajiban puasa.
Para wanita yang sakit, tua dan hamil dibebaskan dari puasa jika bisa membahayakan kesehatan mereka. Anak-anak di bawah usia pubertas juga tidak diwajibkan untuk berpuasa, meskipun beberapa memilih untuk melakukannya sebagai latihan.
Bagi umat Islam, Ramadhan adalah periode meningkatkan doa, puasa, zakat dan rasa tanggung jawab.
Selama Ramadan, masjid menjalankan berbagai kegiatan untuk anak yatim, janda dan orang miskin yang berharap untuk mendapatkan manfaat dari semangat berbagi di bulan ini.
Di kota Mbare, Yayasan Amal Untuk Pembangunan sudah mulai mendistribusikan paket makanan.
Beberapa hari yang lalu, di Mbare saja sudah 1.500 paket makanan yang disumbangkan untuk 9.000 keluarga, kata Hassan Chipanga, manajer yayasan.
"Semangat memberi berhubungan dengan Ramadhan, sehingga sebagai organisasi amal ini adalah waktu dimana kita semua pergi keluar untuk memberi kepada yang membutuhkan, anak yatim, janda dan bahkan non-Muslim," kata Chipanga kepada Anadolu Agency.
Menurut Yayasan Amal Untuk Pembangunan, hampir 5.000 paket makanan akan didistribusikan di Mbare melalui dana dari Islamic Relief di Afrika Selatan dan WEFA yang berbasis di Jerman.
"Sebagian besar sumbangan diberikan pada hari Raya Idul Fitri, festival untuk merayakan selesainya puasa selama sebulan," kata Chipanga.
Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom


