Foto

Ditengah Kecamuk Operasi Omari, Taliban Publikasi Kamp Latihan Militer Baru

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Serangan militer Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di utara dan selatan Afghanistan, khususnya di Kunduz, Baghlan, dan provinsi Helmand, selama ini didukung oleh kampanye media yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Taliban secara teratur memberitakan operasinya yang berlangsung di seluruh Afghanistan, Taliban baru-baru ini kembali merilis sebuah video yang diproduksi dengan sangat baik yang menyoroti Abdullah bin Mubarak Jihad Training Camp milik mereka. Video yang diproduksi dalam beberapa bahasa tersebut, termasuk Inggris, berjudul “Real Men“, dan diarahkan untuk mendorong umat Islam dari semua negara untuk melakukan jihad.

Sebagaimana yang dilansir The Long War Journal Sabtu (08/10/2016) video berdurasi 19-menit itu diproduksi oleh Manba al Jihad Media divisi “Komisi Urusan Kebudayaan, Audio dan Sektor Visual Taliban.” Video itu dipublikasikan pada Twitter feed juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Manba al Jihad Media adalah media milik Jaringan Haqqani, subkelompok Taliban yang bersekutu erat dengan al Qaeda. Pemimpin operasional Haqqani Network, Sirajuddin Haqqani, berfungsi sebagai salah satu dari dua wakil amir untuk Taliban serta kepala cabang militer kelompok.

Manba al Jihad Studio telah merilis produksi Jaringan Haqqani lain pada Voice of Jihad di masa lalu, termasuk video kamp pelatihan Haqqani pada tahun 2011, video lain yang merinci serangan 2012 di Forward Operating Base Salerno, konfirmasi kematian Badruddin Haqqani pada tahun 2013, dan video “Caravan of Heroes” pada tahun 2015.

Video terbaru “Real Men (Lelaki Sejati)” dari Taliban ini menjelaskan bahwa Taliban sebagai pembela Islam yang gigih dan merupakan bagian dari jihad global. Ini tidaklah mengherankan karena Taliban telah sering mengungkapkan hubungan yang dekat dengan jihad global, seperti ketika menerima janji kesetiaan dari amir Al Qaeda, Syeikh Ayman al Zawahiri di depan publik.

Pada awal video, narator Taliban menyerang AS, negara-negara Barat dan pemerintah Afghanistan yang menghapus nilai-nilai Taliban dengan mempromosikan demokrasi, pemilihan umum, hak perempuan, homoseksualitas dan amoralitas, melalui berbagai cara seperti internet, TV, radio, dan program budaya.

Narator kemudian menyatakan bahwa umat Islam di seluruh dunia telah melihat “konspirasi” ini dan berusaha melakukan jihad. Rekaman dari kamp dirancang untuk “mendorong pemuda Muslim” mengobarkan jihad.

“Banyak pemuda di antara umat Islam komunitas global setelah menyadari konspirasi musuh meninggalkan kehidupan mereka yang nyaman dan berlari menuju kamp-kamp pelatihan mujahidin untuk mendapatkan pelatihan,” kata narator.

“Jadi kami menyajikan kepada pemirsa kami yang terhormat, kegiatan pelatihan beberapa mujahidin dari salah satu kamp pelatihan dengan harapan bahwa ini akan mendorong pemuda Muslim dalam membela agama Islam, negeri-negeri Muslim, dan kami akan melakukan beberapa tugas keagamaan kami,” dia melanjutkan.

Taliban kemudian menunjukkan rekaman puluhan pejuangnya yang berlatih di Abdullah bin Mubarak Jihad Training Camp. Lokasi kamp tidak diungkapkan. Saat rekaman ditampilkan, beberapa tokoh dan pejuang Taliban yang tidak disebutkan namanya memberikan pidato.

Seorang pejuang yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Taliban melatih rekrutan untuk “membela Islam” dan mereka siap untuk menyerang di luar Afghanistan.

“Kami dilatih hari ini untuk membela Islam,” kata pejuang yang tidak disebutkan namanya itu. “Kami akan mengikuti Anda ke rumah Anda, di ibukota dan di negara-negara Anda. Kami telah menetapkan niat kami dan kami memiliki tujuan jelas bahwa Islam akan mendominasi. Hari ini kami sedang bersiap, berharap bahwa Islam akan mendominasi.”

Taliban telah mempublikasikan beberapa kamp pelatihan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember tahun 2014, Taliban memperlihatkan sebuah kamp pelatihan di distrik Jawzjan di Provinsi Faryab. Pada Januari 2015, Taliban menyoroti sebuah kamp pelatihan di Kunar. Juni lalu, kelompok jihad itu memperkenalkan kamp pelatihan “pasukan khusus” di suatu tempat di Afghanistan. Dua bulan kemudian, sebuah kamp pelatihan di distrik Zurmat Provinsi Paktia disebut-sebut secara online. Pada September tahun 2016, Haqqani Network, subkelompok Taliban yang kuat, merilis sebuah video dari kamp Salahadin Ayyubi di Afghanistan timur. Dan pada bulan Juli 2016, Taliban mempromosikan Omar bin Khattab Training Camp, yang diduga terletak di provinsi Kunduz.

Kelompok-kelompok jihad lainnya, termasuk al Qaeda, diketahui mengoperasikan kamp di Afghanistan. Pada 2015, AS menyerang sebuah kamp al Qaeda di distrik Bermal di Paktika, dan dua lainnya di distrik Shorabak di provinsi Kandahar. Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Campbell, mengatakan bahwa salah satu kamp di Shorabak adalah yang terbesar di Afghanistan sejak AS menginvasi pada tahun 2001. Kamp-kamp Al Qaeda juga telah beroperasi di Kunar dan Nuristan.

Harakat-ul-Mujahideen, kelompok jihad Pakistan yang erat bersekutu dengan al Qaeda, “mengoperasikan kamp pelatihan di Afghanistan timur,” kata pemerintah AS pada 2014. Partai Islam Turkistan, Islamic Jihad Union, dan Jamaat Imam Bukhari, kelompok jihad Uzbek yang beroperasi di Suriah dan Afghanistan, semuanya mengaku mengoperasikan kamp-kamp di Afghanistan.

Related Articles

Back to top button