Dua Kapal Perang Iran Mencapai Teluk Aden Dengan Kekuatan Penuh
ANKARA (Jurnalislam.com) – Sehari setelah koalisi yang dipimpin Saudi mengumumkan akhir operasi mereka di Yaman pada hari Selasa, Iran mengatakan dua kapal perangnya telah mencapai Teluk Aden, lapor media setengah resmi FNA, Fars News Agency pada hari Rabu (22/04/2015).
Iran mengatakan bahwa Angkatan Laut Armada ke-34, yang terdiri dari kapal perusak Alborz dan kapal pendukung Bushehr, telah meninggalkan pelabuhan Bandar Abbas di provinsi selatan Hormozgan menuju Teluk Aden pada tanggal 8 April.
Pengumuman ini muncul setelah Angkatan Laut AS mengatakan pada hari Senin bahwa kapal induk USS Theodore Roosevelt sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut, dikawal oleh USS Normandia, penghancur rudal.
AS meluncurkan kapal induknya tak lama setelah mendapat laporan armada Iran berlayar menuju Yaman yang diperkirakan untuk memasok pemberontak Syiah Houthi.
"Banyak yang bertanya kepada saya apakah mereka berada di sana karena konvoi atau armada kapal Iran juga berada di daerah tersebut. Tentunya itu merupakan salah satu faktor," kata juru bicara Pentagon Kolonel Angkatan Darat Steve Warren kepada wartawan pada hari Selasa.
Sementara itu, Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari menegaskan keputusan tegas negaranya untuk mempertahankan kehadiran mereka di Teluk Aden, mengatakan: "Armada kapal perang kami tidak memiliki kebutuhan untuk berlabuh di Yaman, tapi kami hadir di Teluk Aden dengan kekuatan penuh. "
Beberapa negara Teluk mengatakan Syiah Iran mendukung pemberontakan Yaman Houthi.
The Fars News Agency melaporkan bahwa kapal perang Iran akan melakukan patroli anti-pembajakan untuk melindungi kapal kargo dan tanker minyak negara itu.
Teluk Aden – yang terletak dekat Yaman dan juga dekat dengan titik transit minyak terbesar keempat dunia, selat Bab el-Mandab – merupakan rute energi strategis minyak mentah Timur Tengah.
Yaman berada dalam kekacauan sejak September lalu, ketika pemberontak Houthi menyerbu ibukota Sanaa, dan berusaha memperluas pengaruh mereka ke bagian lain negara tersebut namun mendapatkan perlawanan sengit dari pejuang AQAP, Al Qaeda di Yaman dan suku suku Sunni.
Pada tanggal 25 Maret, Arab Saudi dan sekutu Arabnya mulai melancarkan serangan udara dan operasi angkatan laut secara luas terhadap posisi Houthi di Yaman. Meskipun telah mengumumkan mengakhiri serangan udara, ada laporan pemboman lagi di Yaman pada hari Rabu.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnsicom
