Setelah Duduki 12 Desa, Pasukan Peshmerga Terus Bergerak Menuju Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Peshmerga pada hari Kamis (20/10/2016) merebut beberapa desa di sebelah timur laut Mosul pada hari keempat operasi militer besar untuk “membebaskan” Mosul dari kelompok Islamic State (IS), menurut sumber-sumber militer.
“Pasukan kami membebaskan 12 desa di tiga sumbu sepanjang perjalanan menuju Mosul dari timur laut,” Younis Al-Quran, seorang perwira militer Peshmerga, kepada Anadolu Agency, Kamis.
Awal pekan ini, pasukan Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut kembali Mosul – benteng terakhir IS di Irak utara, yang dikuasai mereka Sejak pertengahan 2014.
Enam dari desa yang direbut hari Kamis tersebut terletak di sepanjang sumbu Nawran, lima di sepanjang sumbu Bashiqa dan satu sepanjang sumbu Tel Saqf, kata Al-Quran.
“Dengan pembebasan desa Khorsabad pada sumbu Nawran, pasukan Peshmerga sekarang berada di 12 kilometer sebelah utara Mosul,” kata Al-Quran.
Menurut sumber Peshmerga yang berbicara dengan Anadolu Agency pada kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara kepada media, kemajuan mereka didukung oleh kekuatan koalisi udara yang dipimpin AS.
Odai al-Hamdani, seorang perwira tentara Irak, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis bahwa pasukan khusus Irak telah tiba di daerah Al-Khazir (terletak sekitar 40 kilometer di sebelah timur Mosul) sebelum merencanakan merebut kota lain yang dikuasai IS.
Dalam perkembangan terkait, Departemen Pertahanan Irak mengumumkan bahwa tujuh desa di selatan Mosul telah jatuh ke pasukan Irak, Rabu.
“Pasukan Polisi Federal maju dari selatan sepanjang sumbu Qayyarah dan berhasil merebut kembali desa Al-Bijwaniyah, Al-Bijwaniyah al-Thalitha, Al-Daraj, Al-bikr al-Owla, Al-bikr al-Thaniya, Al-Mankouba dan Al-Raflah,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Kamis.
Ia menegaskan bahwa milisi IS telah mengalami “kekalahan besar” selama pertempuran.
Pada hari Rabu, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa pasukan Irak telah menguasai total 352 kilometer persegi wilayah selatan Mosul sejak operasi untuk merebut kembali Mosul secara resmi dimulai akhir Ahad malam.
Presiden Irak Fuad Masum menyatakan bahwa Mosul – setelah direbut kembali dari IS – akan “diadministrasikan oleh penduduk Mosul itu sendiri dari semua latar belakang agama dan etnis.”
Dalam sebuah pernyataan hari Kamis, Masum menekankan kebutuhan untuk mempertahankan persatuan Irak dengan tujuan mencapai “penghapusan akhir” IS dan membangun “Irak yang stabil dan makmur.”
Mosul akan dibebaskan “oleh rakyat Irak”, tegasnya, dan akan dijalankan oleh orang Irak dari “semua ras dan kepercayaan.”
IS merebut Mosul pada pertengahan 2014 sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat Irak.


