Friendly Fire: Serangan Udara NATO Bunuh Tentara Anti Narkotika Afghanistan
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan udara telah menewaskan sedikitnya 17 anggota pasukan khusus anti-narkotika Afghanistan yang berada di sebuah misi di provinsi Helmand, pejabat pemerintah lokal mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (07/09/2015).
Omar Zwak, juru bicara gubernur provinsi Helmand, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin bahwa "serangan udara NATO" yang menewaskan pasukan pemerintah tersebut berlangsung pada hari Ahad..
Ayoub Omar Omari, gubernur distrik Garamsir di Helmand, juga menegaskan laporan Al Jazeera, menambahkan bahwa kendaraan pasukan khusus terkena serangan di daerah Registan, antara provinsi Kandahar dan Helmand.

Daerah ini adalah lokasi dimana pasukan polisi pemerintah anti-narkoba secara teratur melakukan penyergapan untuk mencegat para penyelundup narkoba.
Pejabat Afghanistan lain mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa serangan udara itu dilakukan oleh pasukan NATO dan merupakan sebuah operasi yang bermaksud untuk menangkap tersangka penyelundupan narkoba.
Al Jazeera telah menghubungi NATO dan pasukan koalisi pimpinan AS, tetapi mereka belum mengomentari serangan yang dilaporkan tersebut.
NATO mengakhiri misi tempurnya di Afghanistan pada bulan Desember 2014, dan menarik keluar sebagian besar pasukannya – meskipun masih menyisakan 13.000 pasukan untuk pelatihan dan operasi kontraterorisme.
Afghanistan membentangkan pasukannya di berbagai bidang untuk menghadapi meningkatnya serangan Imarah Islam Afghanistan (Taliban), dan menghadapi musim pertempuran pertama mereka tanpa dukungan penuh dari pasukan NATO pimpinan AS.
Taliban meningkatkan serangan musim panas "Operasi Azm", yang diluncurkan sejak akhir April.
Deddy | Aljazeera | AP | Jurniscom



