Habib Rizieq: Makar adalah Upaya Musuh Islam untuk Membungkam Islam, Jangan Dibalik
CIAMIS (Jurnalislam.com) – Menanggapi tuduhan makar yang dialamatkan kepada ulama dan umat Islam yang mengikuti aksi bela Islam, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mengatakan, makar adalah bahasa Al Qur’an yang tidak boleh ditafsirkan sembarangan. Di dalam Al Qur’an, kata Habib, istilah makar dijelaskan dalam Surat Al Anfaal ayat 30.
“Jadi, makar adalah bahasa Al Qur’an. Karena makar adalah bahasa Al Qur’an, maka tidak boleh diterjemahkan kecuali sesuai dengan kaidah-kaidah Al Qur’an,” tegasnya dalam Tabligh Akbar di Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah, Cikole, Kabupaten Ciamis, Ahad (8/1/2017).
Habib menjelaskan, makar adalah segala upaya yang dilakukan oleh orang-orang untuk membungkam dakwah Nabi dari mulai upaya untuk memenjarakan Nabi, mengusir hingga membunuh Nabi.
“Intinya, makar itu adalah tipu daya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk memadamkan cahaya Islam. Apapun bentuknya, siapapun yang ingin memadamkan cahaya perjuangan dan agama Islam itu dalam Al Qur’an disebut makar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Habib mengatakan, ulama adalah pewaris para nabi. Oleh karena itu, segala resiko perjuangan yang dilalui oleh para Nabi pun akan dihadapi oleh para ulama pada zaman sekarang. Sebab, upaya musuh-musuh Islam untuk memadamkan cahaya Islam itu pun akan terus terulang.
“Jadi jangan diputarbalik, umat Islam yang ingin menyuarakan kebenaran dan menuntut keadilan malah disebut makar, ulama yang ingin menegakkan syariat Islam kok disebut makar,” tukasnya.
Reporter: Aryo Jipang


