Hanya 800 Warga Fallujah yang Mampu Kabur dari Perangkap Perang antara IS dan Irak
FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Hanya 800 orang yang mampu melarikan diri dari Fallujah sejak pasukan Irak melancarkan serangan besar untuk merebut kembali kota, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (26/05/2016), lansir World Bulletin.
Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak, mengatakan bahwa mereka yang berhasil meninggalkan kota yang diduduki oleh kelompok IS (Islamic State) tersebut melaporkan kehidupan yang mengerikan di dalam Fallujah.
"Kami menerima laporan menyedihkan bahwa warga sipil yang terperangkap di dalam Fallujah merasa putus asa karena ingin melarikan diri ke tempat yang aman, tapi tidak bisa," pernyataan itu mengatakan seperti dikutip.
PBB mengatakan bahwa hanya 800 orang yang telah mampu melarikan diri dari Fallujah sejak 22 Mei, "sebagian besar dari daerah-daerah terpencil".
"Beberapa keluarga melaporkan bahwa mereka harus berjalan selama berjam-jam dalam kondisi mengerikan untuk mencapai keselamatan. Orang yang terjebak di tengah kota dianggap paling berisiko – Tidak dapat melarikan diri," kata PBB.
Grande mengatakan bahwa mereka yang berhasil melarikan diri menceritakan tentang situasi yang mengerikan di dalam kota, yang terletak hanya 50 kilometer (30 mil) dari barat ibukota Baghdad.
"Persediaan makanan sangat terbatas dan dikontrol ketat. Obat-obatan habis dan banyak keluarga tidak punya pilihan selain mengandalkan sumber air yang kotor dan tidak aman," katanya.
PBB dan badan-badan kemanusiaan telah berhasil memberikan banyak bantuan karena kurangnya akses sejak operasi militer diluncurkan pada 22-23 Mei.
Koridor kemanusiaan yang dibahas dengan pemerintah Irak sebagian besar gagal terwujud sejauh ini.
Pasukan IS yang bersembunyi di pusat kota Fallujah memberlakukan jam malam dan melarang warga meninggalkan rumah mereka.
Warga di dalam Fallujah yang dihubungi juga mengatakan bahwa sejumlah bom dan jebakan yang diletakkan oleh IS di sekitar kota akan membuat setiap perjalanan sangat berbahaya.
Badan pengungsi PBB juga mengatakan pada hari pertama operasi bahwa rute pasokan secara efektif terputus oleh puluhan ribu pasukan Irak yang mengelilingi kota, dengan demikian juga mencegah warga sipil meninggalkan kota.
Berbagai kelompok hak asasi dan kelompok lainnya telah memperingatkan pemerintah Irak akan penggunaan taktik kelaparan untuk mengalahkan IS di Fallujah, di mana menurut perkiraan PBB terdapat sekitar 50.000 warga sipil di sana.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam



