Internasional

Inilah Penyebab Pembicaraan Damai Yaman Kembali Ditunda

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai yang didukung PBB antara faksi Yaman ditunda menunggu kedatangan perwakilan pemberontak Houthi, diplomat mengatakan pada hari Kamis (21/04/2016), lansir World Bulletin.

Pembicaraan awalnya dijadwalkan dimulai pada hari Senin, dan penundaan lebih lanjut bisa menghancurkan harapan untuk mengakhiri perang Yaman setelah delegasi pemerintah mengancam untuk keluar jika pertemuan tidak dimulai segera.

"Menurut informasi terbaru, delegasi pemberontak harus tiba di Kuwait pada akhir hari," kata seorang diplomat yang dekat dengan perundingan.

"Akibatnya, pembicaraan bisa tertunda lagi sampai Jumat," kata diplomat lain.

Pada hari Rabu (20/4/2016), juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan perundingan akan dimulai di Kuwait pada hari Kamis.

Pemberontak Syiah Houthi hanya setuju untuk bergabung dalam pembicaraan setelah mereka mendapat jaminan dari PBB bahwa pasukan pro-pemerintah akan menghormati gencatan senjata yang telah dilanggar oleh pihak yang berperang saat mulai berlaku pada tanggal 11 April.

Masih belum ada pernyataan dari pemberontak hari Kamis saat kedatangan mereka diharapkan.

Perwakilan dari pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka meninggalkan Sanaa pada hari Rabu menuju Oman dan mereka diharapkan melanjutkan perjalanan ke Kuwait.

Tapi mereka masih berada di Oman pada Kamis pagi, menurut para diplomat.

Di Yaman sendiri, pertempuran masih terjadi di beberapa wilayah, sumber militer mengatakan, karena masing-masing pihak saling menyalahkan melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Milisi Syiah Houthi pada hari Rabu menembakkan roket Katyusha di kota Marib yang dikuasai loyalis, di sebelah timur ibukota.

Sumber-sumber militer pro-pemerintah melaporkan pertempuran sengit di Nahm, timur laut Sanaa, serta bentrokan sporadis di provinsi Jawf di utara, Taez di barat daya, dan provinsi Baida di pusat.

Sementara pemberontak mengklaim dalam situs mereka sababnews.net bahwa koalisi yang dipimpin Saudi memerangi mereka dalam mendukung pemerintah Yaman dengan melakukan dua serangan udara di Nahm dan terbang di atas Sanaa, Marib, dan Jawf.

Pembicaraan adalah upaya yang paling penting untuk menyelesaikan konflik yang menghancurkan Yaman, yang dikatakan PBB telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan memaksa hampir 2,8 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button