Jubir Militer AS: Merebut Mosul Lebih Mudah daripada Raqqa
BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan AS dalam melawan Islamic State (IS) di Irak dan Suriah lebih siap untuk merebut kembali kota Mosul di Irak daripada Raqqa di Suriah, juru bicara militer AS mengatakan Kamis (07/04/2016), lansir Alarabiya News Channel.
Kota kedua Irak, Mosul dan Raqqa, ibukota de facto IS Suriah ini merupakan tujuan utama militer AS.
"Rencana untuk membebaskan Raqqa tidak seperti rencana yang dikembangkan sebagai untuk membebaskan Mosul," kata juru bicara koalisi Kolonel Steve Warren saat siaran video news conference dari Baghdad.
AS bisa mengandalkan pasukan Irak untuk membantu melakukan operasi di Mosul, tambahnya. "Di Suriah, kami tidak memiliki bantuan selain Pasukan Demokratik Suriah (the Syrian Democratic Forces-SDF)."
IS merebut Mosul pada Juni 2014 ketika mereka menyerbu sejumlah wilayah di utara dan utara-tengah Irak, serta di Suriah.
Kota ini memiliki signifikansi khusus sebagai lokasi IS di mana pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, mengklaim sebuah "khalifah" yang meliputi Irak dan Suriah.
Di Suriah Kelompok IS telah mengalami kemunduran di beberapa wilayah, dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kota kuno Palmyra, yang direbut kembali oleh rezim Suriah yang didukung Rusia akhir bulan lalu.
IS juga baru saja kehilangan titik persimpangan utama mereka ke Turki, kota al-Rai di provinsi Aleppo, dari faksi yang berjuang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights) yang berbasis di Inggris mengatakan.
Kota ini adalah salah satu dari sedikitnya 18 kota di Aleppo yang lepas dari cengkeraman IS setelah menguasainya selama dua tahun.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam



