Internasional

Karena Alasan Boros dan Berbahaya, Donald Trump Hentikan Danai Milisi Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Donald Trump tampaknya telah mengkonfirmasi untuk mengakhiri program CIA yang sebelumnya diklasifikasikan untuk melatih dan melengkapi kelompok oposisi moderat Suriah, Anadolu Agency melaporkan Selasa (25/7/2017).

Trump menyebut pembayaran rahasia kepada milisi Suriah yang melawan pasukan yang setia kepada Bashar al-Assad tersebut “besar, berbahaya, dan boros” di sebuah posting Twitter Senin malam.

Komentarnya adalah pengakuan paling senior atas program CIA yang sebelumnya telah diselimuti kerahasiaan bahkan walaupun dilaporkan secara publik bahwa Trump mengakhirinya.

Jumat malam, kepala pasukan khusus AS juga tampaknya mengkonfirmasi akhir dari program tersebut saat dia mengatakan kepada sebuah konferensi keamanan bahwa ini adalah “keputusan yang benar-benar sulit.

“Sedikitnya dari apa yang saya tahu tentang program itu dan keputusan untuk mengatasinya, sama sekali bukan suapan/bujukan untuk Rusia,” Jenderal Raymond Thomas mengatakan, menyangkal bahwa keputusan tersebut dibuat untuk keuntungan Rusia. “Menurut saya, ini berdasarkan penilaian sifat program, apa yang ingin kita capai, dan keberlanjutan kelangsungan hidup.”

Trump memutuskan untuk menghentikan bantuan tersebut hampir sebulan yang lalu setelah bertemu dengan Direktur CIA Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional H.R. McMaster di Oval Office, menurut Washington Post.

Pejabat anonim mengatakan kepada Washington Post bahwa keputusan Trump mencerminkan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia. Moskow telah mempermasalahkan program yang ditujukan untuk memerangi sekutu Rusia di Suriah, yaitu Assad.

“Penutupan program ini juga merupakan pengakuan atas terbatasnya pengaruh dan keinginan Washington untuk menyingkirkan Assad dari kekuasaan,” tambah surat kabar tersebut.

Program CIA kemungkinan akan dihapus “selama beberapa bulan” pejabat tersebut mengatakan kepada Washington Post, mencatat bahwa keputusan tersebut mendapat dukungan dari sekutu utama AS Yordania, yang telah menjadi tuan rumah lokasi pelatihan bagi kelompok oposisi Suriah.

Trump mengecam laporan Washington Post, mengatakan koran tersebut “membuat-buat fakta” seputar keputusannya.

Dia tidak menjelaskan lebih jauh, tapi tampaknya mempertanyakan apakah surat kabar tersebut digunakan oleh kelompok kepentingan politik.

“Apakah Berita Palsu Washington Post digunakan sebagai senjata pelobi melawan Kongres untuk mencegah Politisi melihat monopoli Amazon tanpa pajak?” dia bertanya.

Pemilik Amazon Jeff Bezos adalah pemilik Washington Post. Pedagang on-line tersebut dikritik di masa lalu karena tidak membayar pajak penjualan, namun kemudian telah melakukannya berdasarkan ketentuan negara.

Related Articles

Back to top button