Kata Pengamat Soal Wacana Pembubaran BNPT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai, rencana pembubaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak tepat.
Hal yang ia anggap perlu dilakukan ialah evaluasi dan pembenahan terhadap kinerja BNPT agar tidak salah arah.
“Saya kira tidak tepat juga. Yang perlu dilakukan justru evaluasi dan pembenahan supaya kerja BNPT lebih optimal dan tidak salah arah,” kata Fahmi melalui pesan singkat, Senin (25/11/2019).
Menurutnya, evaluasi dan pembenahan tersebut termasuk memperbaiki praktik-praktik penanggulangan.
Penanggulangan mulai dari soal identifikasi sumber-sumber masalah dari hulu hingga hilir, potensi paparan, hingga resep untuk menyelesaikan sumber-sumber masalah itu.
“Sampai soal resepnya karena deradikalisasi maupun kontraradikalisasi bukan resep yang tepat,” terangnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir menyebut Komisi III bakal menyoroti kinerja BNPT selama ini.
Ia menilai, kinerja BNPT dalam melakukan pencegahan dini aksi terorisme belum cukup maksimal. Sebab, kata Adies, dalam beberapa waktu terakhir dua aksi teror terjadi di Tanah Air, dan BNPT selalu dianggap terlambat dalam bertindak.
sumber: republika.co.id




