Internasional

Kelompok HAM Israel Tolak Permintaan Pengadilan Sebut Nama Informan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah LSM Israel yang melacak dugaan pelanggaran tentara zionis terhadap warga Palestina mengatakan kepada pengadilan hari Ahad (22/05/2016) bahwa pemerintah tidak bisa lagi memaksa nama informannya sebagai anonim, lansir AFP.

"Menuntut untuk mengangkat kerahasiaan para saksi hanya akan berbuntut berakhirnya Breaking The Silence," kata pengacara kelompok Michael Sfard di depan hakim pengadilan pada hari pertama sidang mengenai permintaan negara untuk menyerahkan nama-nama.

Sidang ditetapkan akan dilanjutkan pada 18 Juli.

LSM menyediakan platform bagi veteran militer untuk menggambarkan aksi mereka yang mengganggu saat perang di Jalur Gaza tahun 2014 dan dalam operasi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kantor jaksa berdalih bahwa saksi anonim memungkinkan tersebarnya potensi kebohongan sehingga sulit untuk menyelidiki dugaan pelanggaran.

"Yang dipertaruhkan tidak lebih adalah masa depan Breaking The Silence," kata Sfard dalam sidang yang penuh sesak di Petah Tikva dekat Tel Aviv.

"Hari ini Breaking The Silence menemukan dirinya di pengadilan, besok akan ada blogger, besok akan ada anggota pers lain dan tentu saja LSM lain yang membela hak asasi manusia."

Didirikan pada tahun 2004 oleh para veteran tentara, Breaking the Silence tersebut berada di bawah tekanan politik pemerintah Benjamin Netanyahu, salah satu kelompok sayap kanan dalam sejarah Israel.

Organisiasi ini mengobarkan gerakan intensif tahun lalu ketika menerbitkan sebuah buku tentang perang Gaza2014, di mana 2.251 warga sipil Palestina dan 73 warga Israel tewas, termasuk tuduhan penyalahgunaan dan penggunaan kekuatan militer yang berlebihan oleh lebih dari 60 perwira dan tentara.

Menteri Kehakiman Ayelet Shaked mengatakan Breaking the Silence dan LSM lainnya memberikan bukti kepada PBB yang membentuk dasar penyelidikan PBB tahun 2014 mengenai perang Gaza, yang menyimpulkan Israel mungkin telah bersalah melakukan kejahatan perang.

 

Deddy | AFP | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button