BeritaIndonesian NewsInternasional

Komandan Pemberontak Syiah Houthi dan 40 Pasukannya Tewas di Perbatasan Saudi

Saudi soldiers fire artillery toward three armed vehicles approaching the Saudi border with Yemen in Jazan, Saudi Arabia, Monday, April 20, 2015. The Saudi air campaign in Yemen is now in its fourth week. (AP Photo/Hasan Jamali)

 

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Saudi yang didukung oleh serangan udara dari Koalisi Arab telah membunuh seorang pemimpin Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan 40 milisi lainnya di dekat perbatasan barat daya kerajaan Saudi dengan Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan pada hari Kamis.

Saleh al-Houthi Mouawad Kibsi, pemimpin Houthi yang dibunuh, bertanggung jawab atas operasi militer milisi di wilayah Yaman yang berbatasan dengan kota Najran di barat daya Saudi.

Dilaporkan bahwa Kibsi tewas bersama dengan saudara dan dua temannya itu.

Kamis pagi, koalisi yang dipimpin Arab Saudi juga meluncurkan serangan udara di situs Houthi di ibukota Sanaa dan daerah sekitarnya, menargetkan basis milisi udara dan gudang senjata.

Sumber mengatakan kepada Al Arabiya News Channel bahwa serangan juga menargetkan daerah-daerah di mana Houthi melakukan pertempuran sengit melawan pasukan yang setia kepada pemerintah Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi yang diakui secara internasional, yang harus meninggalkan Yaman setelah kudeta Houthi pada bulan September tahun 2014.

Sejak Selasa, koalisi Arab kembali melakukan Operation Restoring Hope terhadap Houthi dan sekutu mereka yang setia kepada Presiden terguling Yaman Ali Abdullah Saleh setelah pembicaraan damai yang disponsori PBB di Kuwait berakhir tanpa kesepakatan.

Operasi itu juga diperpanjang setelah pemberontak Houthi mulai meluncurkan operasi di perbatasan Saudi, yang dijuluki Riyadh sebagai “garis merah.”

Houthi dan Kongres Rakyat Umum Saleh (GPC) memegang sebagian Yaman bagian utara sementara pasukan yang setia kepada Hadi menguasai sisa wilayah negara bersama dengan suku-suku lokal.

Pertempuran yang telah menewaskan lebih dari 6.400 orang – setengah dari mereka warga sipil – telah menciptakan krisis Negara tersebut.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button