BeritaHeadline NewsIndonesian NewsInternasional

Komandan Turki Terbukti sebagai Loyalis Gulen, Inilah Pengakuannya

thumbs_b_c_542501c73681b486945eeac8667f5618ANKARA (Jurnalislam.com) – Letnan Kolonel Levent Turkkan, ajudan Kepala Staf Umum Turki Hulusi Akar, mengaku memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (the Fetullah Terrorist Organization-Feto), yang ia katakan adalah pelaku utama upaya kudeta Jumat yang gagal.

Dalam kesaksiannya yang dirilis Rabu pagi, Turkkan mengatakan ia adalah anggota setia kelompok Feto sejak muda, Anadolu Agency, Rabu (20/07/2016).

“Saya anggota dari negara paralel, atau Feto. Saya telah melayani komunitas ini selama bertahun-tahun secara sukarela. Saya menuruti perintah dan instruksi dari saudara besar secara persis,” jelasnya.

Turkkan ditahan sebelumnya karena diduga memiliki link dengan upaya kudeta mematikan, yang terjadi pada Jumat malam ketika oknum-oknum militer Turki mencoba untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara syah di negara itu.

Sedikitnya 240 orang, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil, tewas di Istanbul dan Ankara dan hampir 1.500 lainnya luka-luka ketika mereka memprotes kudeta.

Turkkan mengatakan bahwa ia berasal dari keluarga sederhana di distrik barat laut Bursa dan bertemu kelompok tersebut saat berada di sekolah menengah sementara ia tinggal di asrama.

“Sejak saya berusia 5 tahun, keinginan terbesar saya adalah untuk menjadi seorang perwira militer. Dan mimpi saya menjadi seorang perwira militer membuat senang keluarga saya,” katanya, menambahkan bahwa ia mengikuti ujian masuk sekolah militer pada tahun 1989.

Turkkan mengatakan ia adalah seorang mahasiswa yang pandai dan ia yakin akan lulus ujian dengan usahanya sendiri.

“Tapi malam sebelum ujian, saudara besar (big brother) memberi saya kunci jawaban dari pertanyaan ujian di sebuah rumah milik mereka di Bursa,” katanya.

Berlanjut untuk melihat saudara besar-nya selama dan setelah bertahun-tahun sekolah militer, Turkkan mengatakan bahwa ia “melayani mereka selama misi di Istanbul, Trabzon, Diyarbakir, Lefkosa, Kiziltepe dan terakhir di Ankara.”

Turkkan juga mengaku ia memata-matai Mantan Kepala Staf Necdet Ozel selama menjabat antara 2011- 2015. Turkkan awalnya menjabat sebagai wakil pembantu dan kemudian menjadi ajudan setelah Necdet Ozel pensiun.

Turkkan mengatakan bahwa dia memenuhi perintah gerakan Gulen setelah menjadi pembantu dekat di Staf Umum.

“Saya memata-matai (mantan) Kepala Staf Necdet Ozel sepanjang waktu. Aku meletakkan alat perekam di ruangannya di pagi hari dan membawanya kembali di malam hari,” kata Turkkan. “Perangkat ini memiliki kapasitas besar dan bisa melakukan penyadapan selama 10-15 jam.”

Selama interogasi oleh jaksa, Turkkan mengaku ia menerima perangkat tersebut dari orang yang mengaku bekerja di Turk Telecom, pusat telekomunikasi Turki.

“(Dia) memerintahkan saya untuk menguping Jenderal (Necdet Ozel). Dia mengatakan kepada saya ‘Kami akan memanfaatkan dia untuk tujuan informasi; tidak ada yang akan terjadi. “Saya tidak mempertanyakannya dan menerima perangkat itu,” katanya.

Turkkan katanya memiliki sedikitnya dua alat perekam dan mengembalikan perangkat saat kapasitasnya sudah penuh.

Letnan Kolonel Turkkan juga mengakui bahwa Mayor Mehmet Akkurt – yang diakui Turkkan sebagai anggota gerakan Gulen dan bekerja sama dengannya – memata-matai jenderal berpangkat tinggi, termasuk Kepala Staf Hulusi Akar.

Dia tidak menentukan waktu yang tepat ketika mereka menyadap Akar.

“Saya pikir gerakan memata-matai para jenderal untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam angkatan bersenjata,” Turkkan mengaku.

Setelah Jenderal Hulusi Akar dipromosikan sebagai Kepala Staf, Turkkan mengatakan bahwa ia berhenti melakukan penyadapan.

Selama interogasi, Turkkan juga memberikan informasi tentang bagaimana gerakan Gulen berada dalam militer Turki.

“Saya percaya 60-70 persen dari orang-orang yang telah diterima dalam angkatan bersenjata sejak 1990-an adalah orang-orang yang terhubung dengan Gulen,” katanya.

Turkkan mengatakan ia menerima informasi tentang kudeta militer pada 14 Juli sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat (1900GMT) dari Staf Kolonel Orhan Yikilkan, yang menjabat sebagai Kepala Staf penasihat.

“Yikilkan mengatakan bahwa Presiden, Perdana Menteri, Kepala Staf dan kepala Komandan akan ditangkap, yang akan dilakukan (dengan) diam-diam; (kudeta militer) akan dipentaskan pukul 03:00 pada Sabtu (16 Juli), “kata Turkkan.

Turkkan mengatakan ia mengunjungi saudaranya untuk memeriksa apakah ia menyadari militer mengambil-alih, tetapi gagal menemuinya.

Dia mengatakan kepada jaksa bahwa ia bertemu dengan anggota gerakan lain di rumah saudaranya.

“Ketika saya bertanya kepada mereka, mereka marah kepada saya ‘Bagaimana Anda tahu? Siapa yang mengatakannya? Apakah Anda memberitahu kepada orang lain? “… Mereka mengatakan kepada saya untuk tetap tenang,” kata Turkkan.

LEVENT_TURKKAN

Setelah upaya digagalkan, Turkkan mengatakan ia menyerah kepada pejabat militer yang menyerahkannya dia ke polisi.

Turkkan mengatakan ia menyesal karena ambil bagian dalam kudeta kekerasan.

“Hingga kudeta terjadi, saya pikir gerakan Gulen bertindak hanya demi Tuhan dan Gulen sendiri memiliki identitas spiritual,” kata Turkkan.

“Sampai hari ini, saya tidak pernah berpikir gerakan Gulen adalah seorang pengkhianat. Tapi sekarang, saya menyadari siapa mereka sebenarnya. Mereka (para anggota Feto) haus darah. Aku belum pernah melihat Fetullah Gulen, tapi dia sama saja,” dia berkata.

“Saya merasa menyesal tidak hanya karena ambil bagian dalam kudeta, tetapi juga menjadi anggota gerakan Fetullah Gulen,” tambahnya.

Pemerintah telah berulang kali mengatakan kudeta diselenggarakan oleh pengikut tokoh Turki yang berbasis di AS Fetullah Gulen, yang melancarkan kampanye dan telah berjalan lama untuk menggulingkan pemerintah Turki melalui pendukungnya yang tinggal di dalam negara Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button