Korban Tewas Gempa Ekuador Meningkat Menjadi 238 Orang
SANTO DOMINGO (Jurnalislam.com) – Korban tewas gempa kuat yang melanda Ekuador meningkat menjadi 238 orang, kata pihak berwenang, Ahad (17/04/2016), lansir Anadolu Agency.
"Lingkungan Tarqui sangat terpengaruh dan Pedernales hancur", Presiden Rafael Correa men-tweeted dalam penerbangan pulang untuk menghadapi situasi darurat, setelah memotong perjalanannya ke Roma.
Jumlah korban terluka meningkat menjadi 1.557 orang, Departemen Manajemen Risiko melaporkan saat Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas, yang menyebut gempa tersebut sebagai "bencana", memperingatkan bahwa "angka ini sayangnya akan meningkat tiap jam".
Glas mengawasi upaya penyelamatan sampai Correa tiba di hari Ahad.
Wapres tiba Ahad pagi di area pesisir Manta bersama dengan puluhan petugas penyelamat dan mengatasi daerah Portoviejo dan Pedernales yang terkena dampak gempa.
"Prioritasnya adalah untuk menyelamatkan nyawa pada saat ini, mengurus korban yang terluka kami, dengan banyak kesatuan dan kekuatan," katanya.
Correa mengatakan pada hari Sabtu bahwa gempa tersebut adalah yang terkuat dalam beberapa dekade yang memukul Ekuador dan ia mengumumkan keadaan darurat di enam provinsi untuk menjamin ketertiban dan memobilisasi penegakan hukum untuk keselamatan warga.
Sekitar 10.000 anggota angkatan bersenjata dan 3.500 personel Polisi telah dikerahkan ke daerah bencana untuk membantu pekerjaan penyelamatan.
Para pejabat mengatakan tempat penampungan telah didirikan di seluruh rumah sakit daerah di wilayah yang terkena gempa di Pedernales dan Portoviejo dengan lebih dari 3.000 paket makanan dan hampir 8.000 perlengkapan tidur telah dikirimkan.
Gempa berkekuatan 7,8 tercatat pada pukul 18.58 waktu setempat (2358GMT) pada hari Sabtu, menurut US Geological Survey (USGS).
Gempa tersebut terjadi di sepanjang pantai Pasifik Ekuador dan meratakan bangunan dan merusak jalanan di dekat pusat gempa, serta di kota terbesar di negara itu, Guayaquil.
Lebih dari 135 gempa susulan tercatat, beberapa berkekuatan 6.0.
Sejumlah negara telah menyatakan belasungkawa, termasuk Paraguay, Kolombia, Rusia, AS dan kekuatan regional Brasil.
Venezuela telah berjanji untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan pemerintah Kolombia mengatakan juga akan membantu upaya pemulihan.
Ekuador rawan gempa bumi kuat. Pada tahun 1906, gempa berkekuatan 8.3 memicu tsunami yang menewaskan sebanyak 1.500 orang.
Dan gempa berkekuatan 7.2 pada tahun 1987 menimbulkan 1.000 korban jiwa.
"Gempa bumi April 2016 ini terjadi di ujung selatan daerah yang diperkirakan pecah saat gempa tahun 1906," kata USGS.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



