Internasional

Lagi, Pemukim dan Pasukan Zionis Yahudi Serbu Al Aqsa

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Puluhan pemukim Yahudi dan tentara Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, pada hari Rabu (17/06/2015), kata seorang pejabat Palestina.

"Setidaknya 20 pemukim dalam kelompok-kelompok memaksa masuk ke kompleks suci melalui Gerbang al-Mugharbeh di bawah perlindungan polisi Israel," Syeikh Omar Al-Qiswani, Direktur Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu Agency. "Para pemukim berkeliling dalam kompleks, melewati masjid al-Qibali dan Kubah Batu sebelum meninggalkan lokasi."

Dia menambahkan bahwa jamaah Muslim berdiri melawan pemukim dan berteriak "Allah Maha Besar."

Sebanyak 30 tentara Israel menyerbu kompleks dari beberapa gerbang untuk memprovokasi jamaah Muslim, penjaga Al-Aqsa mengatakan kepada Anadolu Agency pada kondisi anonimitas.

"Ketegangan meningkat di Al-Aqsa sejak pagi. Polisi Israel memberlakukan langkah-langkah yang ketat di luar gerbang Al-Aqsha, di mana mereka memeriksa kartu identitas jamaah 'sebelum mengizinkan mereka masuk," katanya.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga di dunia. Sedangkan Yahudi mengklaim daerah tersebut sebagai "Temple Mount," mengklaim bahwa itu adalah lokasi dua candi Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur selama perang Timur Tengah tahun 1967. Yahudi kemudian mencaplok kota suci tersebut pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang memproklamirkan diri mereka sendiri – sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada September 2000, kunjungan ke lokasi tersebut oleh politisi Israel yang kontroversial, Ariel Sharon, memicu "Intifada Kedua," perlawanan rakyat terhadap penjajahan Israel di mana ribuan warga Palestina tewas.

Pada Selasa malam, pasukan tentara zionis menahan 17 warga Palestina dalam serangan yang dilakukan di beberapa provinsi Tepi Barat yang diduduki, kata saksi mata.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan menahan 14 warga Palestina yang dicurigai terlibat dalam "serangan teror yang menargetkan personel keamanan (Israel) dan warga sipil."

Tiga orang lainnya ditahan atas tuduhan menjadi anggota perlawanan Hamas Palestina. Seorang Palestina lainnya ditahan di Kota Tua al-Khalil (Hebron).

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sejumlah pasukan zionis menyerbu beberapa tempat di kota-kota Tepi Barat selatan al-Khalil dan Betlehem dan menangkap delapan orang Palestina setelah merampok rumah mereka.

"Pasukan Israel menahan enam warga Palestina lainnya dari kota-kota Tepi Barat Ramallah dan Jericho setelah merampok rumah mereka," kata mereka. "Tiga orang lainnya ditangkap dari kota Tepi Barat utara Qalqiliya dan Jenin."

Penangkapan Israel terjadi sehari sebelum awal Ramadan di tengah kondisi hidup yang sulit di Tepi Barat.

Hasan Amor, salah satu ayah tahanan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tentara Israel menahan anaknya Mohammad setelah mencari dan merampok rumah mereka.

"Dia membantu untuk persiapan bulan suci Ramadhan sepanjang malam," katanya. "Kami berencana untuk pergi sholat tarawih bersama-sama tahun ini."

"Saya berharap dia akan bebas sebelum akhir Ramadhan," tambahnya.

 Pasukan Israel secara sporadis menyerang rumah warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan menahan warga Palestina lokal, mengklaim bahwa penahanan tersebut diinginkan oleh badan-badan keamanan Israel.

Lebih dari 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel, menurut Kementerian Palestina Urusan Tahanan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button