Internasional

Ledakan Dahsyat Hantam Konvoi Militer NATO di Kabul, Afghanistan

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah ledakan kuat menargetkan konvoi militer NATO di ibukota Afghanistan Kabul, perkiraan sementara menewaskan dua orang dan melukai 26 lainnya.

Ledakan pada Selasa (30/06/2015) terjadi di jalan utama ke bandara, sekitar 500 m dari kedutaan besar AS dan dekat markas pasukan asing.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

"Itu adalah bom mobil martir yang menargetkan konvoi pasukan asing di Kabul," kata juru bicara kementerian dalam negeri Sediq Sediqqi.

Wakil kepala polisi Kabul Sayed Gul Aga Rohani mengkonfirmasi serangan itu dan mengatakan terdapat korban jiwa, namun tidak ada rincian lebih lanjut yang segera tersedia.

Reporter Al Jazeera Jennifer Glasse, melaporkan dari dekat lokasi ledakan, mengatakan bahwa ledakan bom "besar" terdengar di sekitar kota.

"Polisi dan tentara sudah berada di tempat dan melarang orang-orang mendekat … Kami mendengar ledakan dari kantor kami, sekitar 1,5 km jauhnya dan melihat segumpal besar asap," kata Glasse, menambahkan mobil sipil terjebak dalam ledakan.

Ledakan itu terjadi sekitar seminggu setelah Taliban melancarkan serangan terhadap parlemen Afghanistan di Kabul, menewaskan sedikitnya lima orang.

Juga pada hari Selasa, serangan martir di markas polisi provinsi selatan menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 50, kata para pejabat Afghanistan

Juru bicara polisi Farid Hamad Obaid mengatakan mobil dikemas dengan bahan peledak dan didorong ke dinding belakang markas polisi untuk menembus gerbang.

Pasukan boneka Afghanistan (ANA) tiba pada waktunya untuk menghadang para mujahidin memasuki kompleks, katanya.

Pasukan Pemerintah Afghanistan menghadapi musim pertempuran pertama mereka tanpa dukungan tempur dari NATO.

Deddy |  Al Jazeera  | Jurniscom

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button