Internasional

Lembaga Bantuan Turki Renovasi Masjid Kuno Ethiopia, Najashi

ETHIOPIA (Jurnalislam.com) – Masjid Najashi adalah salah satu masjid paling awal di dunia, dibangun pada abad keempat oleh para sahabat Nabi Muhammad, yang datang ke Ethiopia setelah diasingkan dari Saudi oleh orang-orang kafir Quraisy.

Terletak di kota Wukro di utara Negara Bagian Tigray Ethiopia sekitar 800 kilometer dari Addis Ababa, masjid tersebut saat ini direnovasi oleh Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (the Turkish Cooperation and Coordination Agency /TIKA).

"Kami senang memiliki kesempatan untuk memberikan renovasi yang layak bagi monumen Islam ikonik ini," Ismail Durhat, koordinator TIKA untuk Ethiopia, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Menurut Durhat, rencana untuk merenovasi Masjid Najashi dimulai sekitar empat tahun yang lalu, dengan proses renovasi yang sebenarnya dimulai tahun lalu.

"Rencana ini dilaksanakan dalam dua tahap; dan dijadwalkan akan selesai pada 2016, "katanya.

Di situs ini juga terdapat makam 15 sahabat Nabi Muhammad, yang memperkenalkan Islam ke Ethiopia. Nantinya akan didirikan Landmark di luar setiap makam, kata Durhat, menjelaskan sejarah masing-masing sahabat.

Karena situs tersebut tetap berfungsi sebagai masjid di mana umat Islam masih melakukan sholat, renovasi juga mencakup pembangunan jalur halus untuk memudahkan akses bagi mereka yang cacat, Durhat menjelaskan.

Sejumlah struktur tambahan juga akan dibangun, termasuk akomodasi untuk tamu, ruang duduk dan toilet pengunjung.

Menurut Durhat, biaya renovasi ditanggung sepenuhnya oleh TIKA. Renovasi dilakukan oleh insinyur-insinyur dari Turki dan Ethiopia dan memastikan bahwa arsitektur asli masjid tetap utuh.

"Seluruh proyek bertujuan untuk melestarikan warisan," katanya. "Mudah-mudahan, masjid akan menjadi tujuan utama untuk wisata reliji."

Syeikh Adem Abdulkadir, presiden Dewan Tertinggi Urusan Islam Negara Tigray, mengatakan pemerintah daerah dan penduduk lokal senang dengan upaya pemulihan masjid.

"Ramadhan adalah bulan kasih sayang," katanya. "Jadi kita akan diberkahi dua kali lipat dalam upaya merenovasi masjid kuno saat ini, yang telah lama menjadi repositori Islam."

"Raja Ethiopia Najashi [namanya juga dipakai untuk masjid] adalah seorang raja yang baik hati, yang harus dikenang karena menyelamatkan sahabat Nabi dari penganiayaan ketika mereka tiba di negerinya," kata Adem. "Sejarah Najashi – dan masjid kuno Najashi – sangat berarti untuk Ethiopia dan dunia."

Dalam beberapa tahun terakhir, TIKA, badan pembangunan luar negeri resmi Turki, sangat aktif di Ethiopia, dan telah memberikan dukungan di bidang kesehatan, pendidikan dan pelestarian warisan.

Selain merenovasi Masjid Al-Najashi, Durhat mengatakan bahwa TIKA juga baru melakukan renovasi bangunan era Ottoman di negara Harari Ethiopia.

Badan ini, katanya, juga telah membangun sekolah di beberapa negara bagian, termasuk di negara-negara regional Afar, Oromia dan Benishangul Gumuz.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button