Nasional

Libur, Dubes Rusia Tak Bisa Ditemui. NGO: "Padahal Mereka Tidak Pernah Libur Membantai Warga Suriah"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dengan alasan libur, perwakilan Aliansi Merah Putih Peduli Suriah yang menggelar aksi damai di depan Kedubes Rusia siang tadi, Jumat (8/1/2015) batal menemui Duta Besar Rusia untuk Indonesia.  

Salah seorang perwakilan Aliansi Merah Putih, Muhammad Pizzaro mengatakan, upayanya menemui duta besar Rusia adalah untuk menyampaikan amanat masyarakat Indonesia.

"Kami tadi dari dari aliansi merah putih berupaya menemui kedubes rusia untuk menyampaikan amanat masyarakat Indonesia, amanat tokoh-tokoh Nasional, amanat para alim ulama, amanat NGO-NGO peduli kemanusiaan di suriah, namun sayang sekali ternyata pihak kedutaan besar Rusia tidak berani untuk bertemu dengan NGO dengan alasan mereka libur," ungkap perwakilan NGO IslamposAid itu.

Padahal, lanjutnya, Rusia tidak pernah libur membombardir Suriah dan membantai rakyat Suriah. "Tapi kenapa ketika kita mau bertemu beritikad baik atas nama kemanusiaan, atas nama HAM, atas nama keadilan untuk bertemu dengan pihak kedutaan besar rusia, dengan entengnya mereka menjawab kami libur, dengan entengnya menjawab tidak bisa menemui," tegas Pizzaro yang juga menolak saat akan dipertemukan dengan staff keamanan kedutaan.

Aliansi Merah Putih Peduli Suriah merupakan gabungan sejumlah ormas dan NGO kemanusiaan yang menaruh perhatian terhadap krisis kemanusiaan Suriah. Forum Indonesia Peduli Syam, Majelis Az-Zikra, Sinergi Foundation, Sapa Islam, Road 4 Peace, Auction4Humanity, Charity4Syria, Human Right Care for Palestine, Islampos Aid, Mahasiswa Pecinta Islam, Syam Organizer, KAMMI, Sahabat Al Aqsha, Sahabat Suriah, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), World Human Care, Hilal Ahmar Society Indonesia, Tim Pengacara Muslim tergabung di dalamnya.

Reporter: Zul, Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button