Malam Berdarah di Shija’iyyah
JURNALISLAM.COM – Agresi militer Israel atas Gaza pada bulan Juli-Agustus 2014 silam menewaskan lebih dari 2300 warga Gaza dan melukai 11000 orang. Wilayah-wilayah yang terbentang di tepi perbatasan Gaza-Israel menjadi sasaran utama bombardir zionis Israel, salah satunya adalah Shija'iyyah, kota kecil di timur Gaza.
Abdillah Onim yang menjadi saksi hidup atas agresi Israel ke Gaza itu menceritakan, pada hari ke 40 agresi Israel atas Gaza, tentara zionis Israel lengkap dengan senjata berat seperti tank Merkava, jeep serta penembak jitu nekat masuk ke kota Shija'iyyah. Tak hanya itu, iring-iringan pesawat tempur F16 dan pesawat tanpa awak (drone) juga menghiasi langit kota Shija'iyyah kala itu.
"Nyata, bala tentara Israel dilengkapi alat berat memang ingin menguasai wilayah Shija'iyyah karena wilayah ini menjadi pintu utama memasuki kota Gaza, perang darat pun pecah," ungkap Onim
Onim juga mengisahkan kembali bagaimana saat itu Kota Gaza diterangi oleh kobaran api dari rumah warga yang dibombardir. Dentuman bom serta desing peluru ibarat hujan kematian.
"Bergegas saya menuju gedung tinggi di Gaza City, menyaksikan dengan mata kepala dan zoom kamera Canon tertuju di medan pertempuran..allahu akbar," tutur Onim.
Tangis bocah dan teriakan para wanita dan lansia berlarian menghindari dentuman bom sembari memekik takbir. Malam itu, jalan raya Shija'iyyah banjir darah warga sipil. Aspal yang hitam berubah menjadi merah darah, jalan raya dan tepian trotoar tergeletak kaku bersimbah darah dengan luka tercabik cabik.
Luka mengangah dari seorang bocah berusia 16 tahun dengan isi perutnya yang terurai keluar, bibirnya basah dengan kalimat Laa ilaha illallah wa ash hadu anna Muhammadan Rasulullah. Darah mengalir dari lehernya setelah ditebas serpihan bom Israel serta debu yang menutupi raut wajahnya.
Malam berdarah di Shija'iyyah juga merenggut nyawa seorang ibu yang sedang menggendong 2 anaknya. Ia berlari menghindari roket dan bom zionis, namun kematian pun datang tak tebang pilih, sang ibu dan dua anaknya itu tewas dengan tubuh yang tak utuh.
Ally | Jurniscom





