Malaysia Lakukan Operasi Militer di Yaman?
MALAYSIA (Jurnalislam.com) – Malaysia membantah laporan keterlibatan tentaranya dalam koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang beroperasi di Yaman, bersikeras bahwa mereka hanya berpartisipasi dalam latihan militer di utara kerajaan, World Bulletin melaporkan, Selasa (16/02/2016).
Menteri Pertahanan Hishamuddin Hussein mengatakan pada hari Selasa bahwa Malaysia tidak bergabung dengan koalisi Arab yang melancarkan operasi militer sejak Maret terhadap milisi Syiah Houthi yang memaksa Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi yang didukung Saudi dan pemerintahannya untuk meninggalkan ibukota Yaman.
"Meskipun Malaysia memiliki posisi yang kuat untuk memerangi segala bentuk ekstremisme, Angkatan Darat Royal Malaysia tidak terlibat dalam operasi militer di Yaman," katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun dia menegaskan bahwa Malaysia akan berpartisipasi dalam latihan perang gabungan yang dijuluki "Northern Thunder (Guntur Utara)" yang akan diselenggarakan di utara Arab Saudi dengan 18 negara-negara Arab dan Muslim lainnya sampai awal Maret.
Malaysia adalah bagian dari Koalisi 34-anggota yang dibentuk oleh Arab Saudi untuk melawan "terorisme" di negara-negara Muslim Desember lalu.
Hussein bersikeras pada hari Selasa bahwa partisipasi Malaysia tidak memiliki hubungan dengan operasi yang dipimpin Saudi yang bertujuan memerangi pemberontak Syiah Houthi di Yaman dan memulihkan pemerintah Hadi yang diperangi, dalam perang yang telah berlangsung selama 15 tahun terakhir.
"Pasukan Malaysia diundang oleh Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam pelatihan gabungan dan untuk mengambil keuntungan dari operasi militer yang akan dikerahkan selama proses tersebut," katanya.
"Ini adalah pertama kalinya Malaysia berpartisipasi dalam pelatihan sejenis ini. Tapi kami akan terus bekerja sama sehingga kami dapat mempertajam kekuatan," tambahnya.
Saudi Press Agency menggambarkan latihan militer tersebut akan melibatkan pasukan angkatan darat, laut dan udara yang paling penting dan terbesar dalam sejarah wilayah ini.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam



