Menarik, Ini Pembahasan Ilmiyah Dunia Perdukunan

SERANG (Jurnalislam.com) – Praktik perdukunan kerap terjadi diberbagai kalangan masyarakat, hal itu disampaikan oleh pemerhati dunia Islam, Ustad Abu Umar Abdillah pada acara kajian ilmiyah bertajuk “Menguak Rahasia Dua Sekutu Setan” di Masjid At – Taubah, Jl. Raya Jakarta Km 03. Kp Kemang Patung, Serang, Sabtu (4/6/2016).
“Kita harus mengenal hakikat Dukun itu seperti apa bukan nama dan kemasan,” katanya.
Dalam pemamparannya, ia mengatakan ada dua cara sang dukun mendapatkan kesaktian. “Seperti perkataan Ibnu Khaldun, Mendurhakai Allah dan memberikan loyalitas kepada setan,” ucap ustad Abu Umar.
Pimpinan Redaksi (Pimred) majalah ar – risalah itu mencontohkan, ada Dukun yang menyuruh pasiennya untuk membawa mushaf al quran sebagai sebuah syarat , bukan untuk diwakafkan, atau dibaca.
“Tapi malah kedapatan dikencingi mushaf itu oleh si Dukun, jelas merupakan bentuk durhaka kepada Allah,” ujarnya geram.
Seperti kata Ibnu Qayyim lanjutnya, Dukun adalah Rasul para setan, itulah mengapa kita tidak boleh mempercayai Dukun, karena jika kita percaya sama saja percaya dengan Rasul, sedang dukun adalah Rasul setan.
Menurutnya, ada spesialisasi dari Dukun itu sendiri, seperti: Arrar, kahin, Sihir sulap atau tukang sihir, tukang santet, dukun guna-guna, Dukun (mengaku) tabib.
“Ini semua ada, kita tidak boleh ingkari itu, memang kita tidak boleh mempraktikannya, tapi kita dapat menyembuhkan korban praktik ini,” tegasnya.
“Dukun yang mengaku tabib, ini yang ramai di Indonesia, tapi banyak modus dalam praktiknya, bukan karena kesaktian,” sambungnya.
Ustad Abu Umar mengatakan, ritual dan senjata para Dukun juga banyak, mulai dari puasa bid’ah, kungkum semedi dan menyepi, ruwatan, sesaji, mantera dan jimat.
“Ini semua adalah bentuk wawasan kita terhadap dunia perdukunan agar kita tidak terjerembab kedalam tipu daya mereka,” tuturnya.
Menurutnya, banyak warga bangsa Indonesia yang mengidolakan para pesulap dan pesihir. Ini dinilai sangat berbahaya dan dapat menjadi pengikut Dajjal kelak.
“Dukun dan para pesulap saja yang kemampuannya belum terlalu hebat umat banyak yg mengikuti, bagaimana Dajjal yang memiliki kemampuan luar biasa?,” tukas Ustad Abu Umar.
Reporter : Muhammad Fajar | Jurnalislam



