AnalisaArtikel

Mengapa Operasi Mosul Dilakukan?

IRAK (Jurnalislam.com) – Operasi Mosul yang sudah lama ditunggu-tunggu, dimulai dengan pernyataan dari Perdana Menteri Irak Haidar al-Ibad yang mengumumkan dimulainya operasi untuk membebaskan Mosul dari kelompok Islamic State (IS).

Serangan itu sangat diharapkan menjadi saat yang menentukan dalam pertempuran melawan IS, yang menjadikan Mosul ibukota de facto mereka di Irak setelah merebutnya pada tahun 2014.

Sejak itu, sebagian besar pasukan koalisi yang hadir di Irak mengarahkan pelatihan bagi 35.000 pasukan Irak dan 12 brigade tentara Irak dan Peshmerga Kurdi untuk melawan IS.

Pasukan Turki yang terlatih juga berpartisipasi dalam operasi militer untuk merebut kembali kota Mosul di utara Irak dari kelompok IS, mantan gubernur Mosul mengatakan pada hari Senin.

Atheel Nujaifi, yang juga komandan Pengawal Niniwe, yang dilatih oleh Turki di kamp Bashiqa, mengatakan sekitar 2.000 pejuang Sunni telah bergabung dalam serangan dan mereka bergerak bersama kekuatan Peshmerga Kurdi.

Mengapa Mosul penting?

Mosul adalah kota terbesar kedua Irak dan terletak di tepi Sungai Tigris di utara Provinsi Niniwe.

Kota ini merupakan pusat transportasi penting antara Suriah dan Irak, yang memiliki ladang minyak besar di utara dan pipa minyak utama ke Turki.

IS merebut Mosul pada Juni 2014 setelah ratusan pasukan Irak melarikan diri.

Mereka meninggalkan US$ 500 juta dalam bentuk tunai di Bank Sentral Mosul dan sejumlah besar peralatan dan perlengkapan militer – yang digunakan IS untuk mempekerjakan karyawan baru dan mempersenjatai sekutu mereka di Suriah.

Pengambilalihan Mosul itu adalah propaganda bagi IS, yang menggunakannya untuk menunjukkan kekuatan militer mereka dan sebagai dasar untuk membangun kekhalifahan sepihak ala ISIS.

Namun, setelah menderita kerugian besar di Manbij dan Ramadi, Mosul sekarang menjadi kubu terakhir IS yang tersisa di Irak.

Lokasi kota Mosul sangat berarti karena memudahkan IS mengirim pasukannya ke dalam dan keluar dari Raqqa – ibukota de facto kelompok di Suriah.

Diharapkan kemenangan melawan IS oleh pemerintah Irak karena akan memotong pasokan itu sekaligus mengakhiri kekuatan IS di Irak.

 

Related Articles

Back to top button