BeritaHeadline NewsIndonesian NewsInternasional

Militer Bangladesh: 20 Sandera Asing Tewas, Sebagian Besar Dipenggal

665003303001_5018847966001_5018713364001-vsBANGLADESH (Jurnalislam.com) – Dua puluh sandera asing tewas di sebuah kafe di ibukota Bangladesh, tentara mengatakan, dalam serangan yang diklaim oleh kelompok Islamic State (IS) yang berakhir setelah pengepungan 10 jam ketika pasukan komando menyerbu gedung, lansir Aljazeera Sabtu (02/07/2016).

Sembilan warga negara Italia, seorang warga Amerika, tujuh warga Jepang dan seorang warga India pada hari Sabtu dikonfirmasi berada di antara korban tewas.

“Sebagian besar dari mereka secara brutal dipenggal dengan senjata tajam hingga tewas,” kata juru bicara militer Brigjen Nayeem Ashfaq Chowdhury, Sabtu.

Menteri Luar Negeri Italia mengatakan hari Sabtu bahwa seorang warga Italia lain masih belum ditemukan.

“Dia bisa saja bersembunyi atau berada di antara korban yang terluka … kami sedang mencari dia,” kata Paolo Gentiloni, menteri luar negeri Italia.

Perdana Menteri Sheikh Hasina sebelumnya mengatakan 13 sandera telah diselamatkan. Hasina mengatakan enam orang bersenjata juga tewas dan seorang lainnya ditangkap dalam operasi pagi di kafe Holey Artisan di Dhaka.

Korban yang berhasil diselamatkan termasuk dua warga Sri Lanka dan seorang warga Jepang yang terluka, Letnan Kolonel Tuhin Mohammad Masud mengatakan, menambahkan ada korban yang terluka di antara para sandera lainnya.

Bangladesh menyatakan dua hari berkabung nasional menyusul serangan.

“Kami telah menembak mati setidaknya enam penyerang dan membersihkan bangunan utama,” kata Masud kepada kantor berita Associated Press.

d4cedd59efde4ea3a1a88be3f0c44ae4_18

Reporter Al Jazeera Tanvir Chowdhury, melaporkan dari Dhaka, mengatakan bahwa kafe tersebut terletak di salah satu bagian ibukota yang paling diawasi ketat, dan merupakan lokasi beberapa kedutaan besar dan terkenal di kalangan orang asing.

“Untuk masuk ke sini Anda harus melewati banyak pos pemeriksaan polisi. Ini adalah daerah yang sangat dijaga,” kata Chowdhury.

“Jadi ada pertanyaan serius yang muncul: Bagaimana mereka berhasil masuk dengan senjata dan amunisi, bahkan mungkin bom dan granat tangan?”

Krisis mulai pada sekitar pukul 21:00 waktu setempat, kata polisi, ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu masuk kafe, yang populer bagi orang asing, orang-orang muda, dan kelas menengah Bangladesh.

People help an unidentified injured person after gunmen attacked a cafe popular with foreigners in Bangladesh's capital, Dhaka, on Friday.

Selama pengepungan, IS memposting foto orang asing yang tewas di café. Polisi percaya sekelompok orang bersenjata yang bersembunyi tersebut dipersenjatai dengan senapan serbu dan granat.

Menurut Rezaul Karim, ayah dari seorang saksi, Hasnat, orang-orang bersenjata meminta semua orang di dalam kafe untuk membaca Al-Qur’an – kitab suci Islam.

“Mereka yang mampu membaca Quran dipisahkan. Orang-orang bersenjata bahkan memberi mereka makan tadi malam,” katanya, “Yang lain disiksa.”

Gowher Rizvi, seorang penasehat Perdana Menteri Hasina, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pasukan keamanan awalnya telah mencoba untuk bernegosiasi untuk memecahkan krisis.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button