Musim Dingin yang Berat
IDLIB (Jurnalislam.com) – Relawan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) di Suriah, Abdul Aziz melaporkan, saat ini Suriah tengah berada di puncak musim dingin. Turunnya salju menjatuhkan suhu hingga di bawah nol derajat celcius.
"Musim dingin merupakan musim yang paling berat bagi rakyat Suriah jika dibandingkan dengan tiga musim yang lain, dikarenakan kebutuhan jadi meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti untuk membeli penghangat ruangan atau orang sini menyebutnya dengan soba," ujar Aziz dalam laporannya kepada Jurnalislam, Ahad (3/1/2016).
Soba adalah sebuah alat tradisional yang berfungsi sebagai penghangat ruangan. Soba mempunyai dua jenis, ada yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya dan ada yang pakai solar. "Hampir tidak mungkin rakyat Suriah bisa bertahan menghadapi cuaca dingin tanpa alat ini," lanjut Aziz.
Kondisi ini diperparah oleh serangan rezim Nushairiyah dan penjajah Rusia (semoga Allah segera menghancurkan mereka) yang tidak ada henti-hentinya membombardir rakyat Suriah siang dan malam. Akibatnya, rumah-rumah, apartemen serta bangunan tinggi lainnya hancur lebur oleh serangan udara mereka.
"Selain meluluhlantakan bangunan, serangan-serangan itu juga merenggut nyawa dan melukai ribuan warga sipil Suriah. Korban yang mengalami cedera harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit," tuturnya.
Di tengah cuaca dingin yang menusuk, warga Suriah yang rumahnya hancur pun harus tinggal di kamp-kamp pengungsian. Di sana mereka sangat kekurangan. (Bersambung)
Reporter: Abdul Aziz | Editor: Ally | Jurnalislam
Untuk membantu meringankan beban musim dingin saudara kita di Suriah, salurkan donasi terbaik Anda melalui Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) di rekening:
BRI Syariah 1024934175 a.n Medis Dan Aksi Kemanusiaan.
Bank Syariah Mandiri 7300300377 a.n Medis Dan Aksi Kemanusiaan.
CP: Sekjen Me-DAN Markazi, Sunaryo
